Advertisement
Uji Coba Vaksin HPV Anak Laki-Laki Dimulai 2026
Ilustrasi vaksinasi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kemenkes menargetkan uji coba vaksin HPV untuk anak laki-laki pada 2026 di provinsi dengan cakupan imunisasi tinggi.
Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus Kemenkes Endang Budi Hastuti mengatakan perluasan sasaran vaksin dilakukan bertahap sambil memperkuat edukasi publik. Pemerintah menggandeng pakar komunikasi untuk mematahkan mitos yang menghambat penerimaan vaksin HPV.
Advertisement
Saat ini baru 13 provinsi yang mencapai cakupan di atas 90% untuk imunisasi HPV anak perempuan. Kemenkes terus mendorong percepatan melalui kolaborasi dengan guru, tokoh adat, dan masyarakat, sekaligus menyiapkan layanan skrining dini kanker serviks secara gratis.
"Untuk anak laki-laki, memang kami ada rencana untuk memulai imunisasi HPV ini di tahun 2026. Kami sedang berproses akan melakukan di beberapa provinsi dulu, tentunya provinsi dengan cakupan imunisasi HPV yang cukup baik," kata Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus dan Tambahan Kementerian Kesehatan dr. Endang Budi Hastuti di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Endang menegaskan, Kemenkes akan bekerja sama dengan berbagai pihak yang ahli dalam komunikasi untuk mematahkan mitos tentang vaksin HPV yang beredar di masyarakat.
"Setelah capaian imunisasi HPV ini sudah cukup baik, pemerintah bersama semua mitra yang memang ahli dalam komunikasi ini, akan kami minta untuk bisa mengemas seperti apa promosi dan edukasi kepada masyarakat. Beberapa pihak sudah melangkah ke sana, itu sudah cukup bagus, ya," ujar dia.
Saat ini, baru 13 provinsi di seluruh Indonesia yang telah mencapai cakupan vaksin HPV untuk anak perempuan usia kelas 5 SD sesuai target 90 persen.
Sosialisasi dan edukasi secara masif terkait vaksin untuk mencegah kanker serviks tersebut terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, utamanya dengan melibatkan para guru, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
"Sampai dengan 23 November 2025, sudah ada 13 provinsi yang bisa mencapai target di atas 90 persen. Kita menargetkan di tahun ini untuk imunisasi HPV anak perempuan usia kelas 5 SD itu 90 persen, ini sudah ada 13 provinsi dan 173 kabupaten/kota yang berhasil mencapai, meski masih banyak juga yang belum mencapai," ucap Endang.
Ia menjelaskan, imunisasi HPV tersebut sudah dimulai sejak Bukan Agustus 2025 bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah untuk vaksinasi HPV (BIAS HPV), di mana setiap bulan Kemenkes rutin memantau dan mengundang pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyampaikan capaiannya.
"Mereka tiap bulan menyampaikan cakupan mereka sudah sampai berapa, kemudian membahas kira-kira ada kendala apa. Namun, masih banyak provinsi yang hingga bulan November masih belum belum memulai, sehingga kami cakupannya masih rendah, karena beberapa daerah itu enggak punya dana untuk melakukan imunisasi HPV ini," ujarnya.
Selain vaksinasi, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya skrining dini sebagai langkah deteksi kanker serviks. Saat ini, pemerintah telah menyediakan layanan skrining gratis menggunakan metode DNA HPV yang lebih akurat bagi perempuan usia 30–69 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







