Advertisement
Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Donald Trump kembali mengedepankan pendekatan keras dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dengan menegaskan kepentingan strategis AS dari Greenland hingga Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa langkah Washington tidak akan berhenti pada Venezuela semata, menandai fase baru kebijakan luar negeri yang lebih konfrontatif.
Advertisement
Ambisi Terhadap Greenland
Salah satu wilayah yang secara terbuka disebut oleh Donald Trump adalah Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Trump menginginkan AS mengambil alih Greenland dengan alasan keamanan nasional.
BACA JUGA
"Kita membutuhkan Greenland. Saat ini Greenland sangat strategis. Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di mana-mana," ujar Trump, dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2026).
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, yang menegaskan negaranya bukan objek permainan geopolitik, melainkan entitas berdaulat.
Ketegangan dengan Kolombia dan Meksiko
Kolombia turut masuk dalam radar kritik tajam Trump. Ia menuduh Presiden Kolombia, Gustavo Petro, gagal membendung produksi kokain. Trump bahkan membuka kemungkinan operasi militer di sana. Meski Petro membela diri dengan rekor penyitaan kokain terbesar, data PBB menunjukkan produksi kokain di Kolombia justru mencapai tingkat tertinggi, yang memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara.
Sementara itu terhadap Meksiko, Trump menyoroti derasnya arus fentanyl ke AS. Trump mengeklaim telah menawarkan bantuan militer kepada Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, untuk memberantas kartel. Namun, Sheinbaum menolak tegas kehadiran militer AS demi menjaga kedaulatan nasional.
Strategi Menunggu di Kuba
Berbeda dengan pendekatan militeristiknya, Trump memilih strategi "menunggu" terhadap Kuba. Ia menilai Kuba akan mengalami kemunduran alami setelah kehilangan pasokan minyak murah dari Venezuela.
"Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan. Mereka mendapatkan semua pendapatan dari minyak Venezuela," kata Trump. Meski demikian, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan rakyatnya siap mempertahankan aliansi Kuba-Venezuela dengan segala risiko.
Ancaman Militer terhadap Iran
Di luar benua Amerika, Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Iran yang tengah dilanda demonstrasi antipemerintah. Ia memperingatkan Teheran agar tidak melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
"Jika mereka mulai membunuh orang, mereka akan dipukul sangat keras oleh Amerika Serikat. Kami sudah siap tempur," ancam Trump. Ketegangan ini memuncak setelah AS mengebom fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, yang secara efektif memutus jalur diplomasi.
Kebangkitan Doktrin Monroe
Dalam dokumen strategi keamanan nasional terbaru, Trump secara eksplisit menempatkan pemulihan keunggulan AS di Belahan Bumi Barat sebagai pilar utama. Ia merujuk pada Doktrin Monroe abad ke-19 dan Korolari Roosevelt sebagai dasar historis pendekatan kerasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Trump pada masa jabatan keduanya akan sangat berakar pada pandangan dominasi regional yang absolut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pengeroyokan Remaja di Bantul, Motif Diduga Rivalitas Geng
- Aturan Baru Pajak Mobil Listrik Berlaku, Industri Diminta Tetap Tumbuh
- Indonesia Protes Keras Spanduk Israel di RS Gaza
- KPK Usut Suap Kereta Api Mantan DPR Sudewo
- Polisi Buru 5 Anggota Geng Remaja Tewaskan Pelajar Bantul
- Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai
- YouTube Patuhi PP Tunas Nonaktifkan Akun Anak
Advertisement
Advertisement









