Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ilustrasi seseorang flu/Freepik\r\n
Harianjogja.com, SEMARANG—Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengungkap temuan satu kasus superflu akibat virus Influenza A (H3N2) subklad K dan menegaskan penyakit tersebut bukan virus baru.
Gejala superflu umumnya menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan radang tenggorokan. Kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pakar dari Fakultas Kedokteran UNS menegaskan virus H3N2 pernah memicu wabah global pada 1968 dan terus bermutasi hingga kini, sehingga kemunculan varian baru merupakan hal yang lazim dalam dunia kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, dr. Irma Makiah, mengonfirmasi adanya temuan tersebut. Namun, ia enggan membeberkan identitas pasien, termasuk asal daerah dan usia.
“Iya, ada satu kasus. [Terdeteksi] akhir tahun 2025. [Asal dan usia?] Ya rahasia to, intinya, sudah enggak apa-apa, sudah aman,” kata Irma kepada Espos, Rabu (7/1/2026).
Irma membenarkan bahwa penanganan dan pemeriksaan sampel superflu dilakukan di RSUP dr. Kariadi Semarang. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit sentinel di Jawa Tengah untuk pemantauan penyakit menular.
Tak Perlu Panik
Meski ada temuan kasus superflu, Irma menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan serta daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus.
“Waspada perlu, tapi tak usah panik. superflu bukan terminologi medis. Penularan memang cepat, tapi risikonya tak seberbahaya Covid-19,” jelasnya.
Dari sisi gejala, superflu tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga nyeri tenggorokan.
“Segi penularan, rentan untuk HIV/AIDS, orangtua. Komorbid, tergantung kondisinya, kalau imunitasnya bagus, ya aman,” ucapnya.
Bukan Virus Baru
Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.
Ia menegaskan bahwa superflu bukan virus baru. Influenza A H3N2 pernah menyebabkan wabah besar pada 1968, lalu mengalami mutasi hingga muncul varian baru.
“Sebetulnya ini bukan sesuatu yang baru. Virus Influenza A H3N2 ini pernah menimbulkan wabah besar tahun 1968. Namun virus ini bermutasi dan menyesuaikan diri, sehingga muncul kembali dengan varian baru,” ujar Tonang.
Pemahaman yang tepat mengenai superflu dan Influenza A H3N2 diharapkan dapat mencegah kepanikan serta memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.