Mahasiswa Diharapkan Berperan Membantu Menangani Pandemi

Sejumlah aktivitas mahasiswa di Jogja melakukan diskusi dalam merespons penanganan pandemi Covid-19. - Ist.
07 Juli 2021 07:57 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa menjadi elemen penting di tengah masyarakat diharapkan bisa berperan aktif dalam membantu stakeholder terkait dalam menangani pandemi Covid-19. Melalui kelompoknya mahasiswa bisa memulai dari lingkungan kecil melakukan sosialisasi terkait pandemi.

Sejumlah aktivis mahasiswa di Jogja belum lama ini melakukan pertemuan dalam merespons maraknya wabah Covid-19 yang kasusnya terus meningkat, baik dari sisi kasus aktif maupun kematian.

BACA JUGA : Ada Pandemi Covid-19, Minat Calon Mahasiswa untuk Kuliah

“Kami bersama perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jogja pada 26 Juni lalu duduk bersama menyikapi kondisi pandemi yang kondisinya saat semakin mengkhawatirkan,” kata Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Ahmad Taukan dalam rilisnya, Selasa (6/7/2021).

Ia menambahkan dalam pertemuan sebelum penerapan PPKM Darurat tersebut, kelompok mahasiswa sepakat untuk terlibat aktif dalam membantu penanganan pandemi. Salah satunya dengan mendukung program pemerintah, TNI dan Polri serta masyarakat dengan berbagai kegiatan mencegah penularan Covid-19.

Para mahasiswa melalui kelompok kecil di setiap perguruan tinggi akan turut mengedukasi masyarakat dan lingkungannya agar selalu mentaati protokol kesehatan. Mengingat saat ini prokes dari awalnya 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) saat ini ditambah dengan menghindari makan bersama, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

BACA JUGA : Penerimaan Mahasiswa Baru Kampus Swasta di Jogja

“Di sini peran aktif mahasiswa sangat dibutuhkan, bisa dengan memberikan edukasi untuk mejalankan prokes melalui media sosial atau lingkungan kampusnya. Ini akan dapat membantu pemerintah dan Polri dalam menangani pandemi ini,” ujarnya.

Taukan menilai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 memang harus disikapi secara bijak. Karena kasus Covid-19 terus meningkat disertai dengan kematian, maka mau tidak mau kebijakan pembatasan itu harus dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah.

“Dalam hal PPKM Darurat ini mahasiswa bisa memulai dari diri sendiri seperti tetap berada di rumah atau mengajak teman, saudaranya agar mengurangi mobilitas, dari hal yang kecil akan kami lakukan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, mahasiswa turut menyinggung soal antisipasi adanya pihak yang berusaha memanfaatkan kondisi wabah dengan menyebarkan pemikiran radikalisme. Ia mendukung langkah Polri dalam melakukan antisipasi melalui berbagai cara seperti koordinasi dengan perguruan tinggi untuk mencegah agar mahasiswa tidak terpapar radikalisme.

BACA JUGA : Ganjar Minta Orang Tua Izinkan Mahasiswa Kedokteran

“Kami tentu berharap di tengah situasi pandemi, krisis ini tidak ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menyebarkan paham radikalisme. Maka Polri harus mengantisipasi dengan menggandeng mahasiswa, kampus agar bisa bersinergi,” katanya.