Tren Permintaan Sepeda Terus Meningkat Sejak Pandemi

PT Kreuz Bike Indonesia selanjutnya dapat mendaftarkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produknya. - Kemenperin
06 Juni 2021 13:37 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menyebut sejak pandemi Covid-19, masyarakat mencari cara untuk menjaga kesehatan sekaligus melakukan kegiatan yang aman dengan berolahraga, seperti bersepeda. Hal tersebut mengkerek permintaan sepeda dan membawa angin segar bagi para produsen dan membuka peluang usaha, termasuk bagi industri kecil dan menengah (IKM).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungan kerjanya ke PT Kreuz Bike Indonesia di Bandung kemarin, Jumat (4/6) mengatakan Kreuz, salah satu IKM produsen sepeda lipat juga ikut merasakan keuntungan dengan meningkatnya minat masyarakat bersepeda.

BACA JUGA ": Tren Bersepeda di Jogja Marak Saat Pandemi, Bakul Sepeda

Kreuz pada awalnya memulai usaha rumahan dengan membuat berbagai tas sepeda itu, mengembangkan produksi sepedanya pada 2019. Awalnya hanya untuk sarana display produk tas, tetapi perusahaan pun mendapat permintaan untuk frame sepeda, sehingga Kreuz memulai R&D yang berlanjut hingga memproduksi frame dan melayani perakitan sepeda mulai Maret 2020.

"Kami mendukung upaya IKM sepeda yang sejalan dengan peningkatan daya saing industri nasional. Pada Februari lalu, Kemenperin telah menyerahkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Sertifikat Standar Nasional Indonesia [SPPT SNI] untuk PT Kreuz pemilik merek dagang sepeda lipat Kreuz," katanya melalui siaran pers, Minggu (6/6/2021).

Agus menyebut dengan memiliki SNI, menunjukkan bahwa produk sepeda Kreuz sudah terjamin kualitasnya dan memenuhi standar dari pemerintah, dalam rangka memberi jaminan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.

Adapun knjungan Menteri Perindustrian kali ini untuk meninjau kinerja IKM sepeda Kreuz serta mengenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwa produk buatan Indonesia juga mempunyai kualitas yang tak kalah kerennya dengan produk impor.

"Saya harap sepeda Kreuz sebagai produk lokal dapat menjadi motivasi dan memberi semangat bagi pelaku usaha IKM sepeda lokal lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan mengibarkan sayapnya dalam persaingan global," ujarnya.

BACA JUGA : Ini Penyebab Kegiatan Bersepeda Marak di Tengah Pandemi

Sisi lain, saat ini Kreuz telah menjalin kerja sama dengan PT Perkakas Rekadaya Nusantara (PRN), yaitu perusahaan produsen mesin perkakas dan komponen di Subang, dalam pembuatan engsel. Diharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sepeda Kreuz, ujarnya.

Founder Kreuz Yudi Yudiantara mengatakan hingga kini sudah ada pemesanan sepeda lipat yang akan diproduksi hingga 2023. Kini, produsen sepeda asal Bandung tersebut mampu terus meningkatkan produksinya, dari awalnya 10-15 unit sepeda lipat per bulan menjadi 160 unit per bulan, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 15 orang.

“Meningkatnya produksi didorong oleh naiknya permintaan terhadap sepeda buatan dalam negeri. Permintaan kami pun tidak hanya di pasar dalam negeri tetapi juga datang dari beberapa negara, antara lain Singapura, Malaysia, dan Australia," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia