Hasil Penelitian: Satu Dosis Vaksin Pfizer 65 Persen Efektif Lawan Virus Corona

Tenaga medis sedang memegang botol kecil berlabel vaksin virus corona (Covid-19) dari logo perusahaan farmasi Pfizer, untuk disuntik ke masyarakat. - Antara/Reuters
10 Februari 2021 10:17 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Data terbaru menunjukkan bahwa satu dosis virus corona (Covid-19) yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dapat mengurangi risiko gejala infeksi pasien hingga 65 persen.

Dilaporkan oleh The Sun, dikutip Rabu (10/2/2021) penelitian yang dipublikasikan resmi pada pekan ini menunjukkan bahwa vaksin corona Pfizer dapat mulai bekerja hanya dalam waktu 2 minggu.

Satu dosis vaksin pfizer dapat mengurangi risiko gejala infeksi sebesar 65 persen pada orang dewasa yang lebih muda dan 64 persen pada pasien usia lanjut di atas 80an.

BACA JUGA : Bernarkah Vaksin Covid-19 Pfizer Beracun dan Mematikan

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 79 persen dan 84 persen setelah menerima dosis kedua. Ini sedikit lebih rendah daripada tingkat kemanjuran yang ditujukan dalam uji klinik, tapi sumber mengatakan bahwa hasilnya masih sangat positif.

Sumber The Sun juga mencatat bahwa data menunjukkan vaksin Pfizer memiliki dampak yang sama pada mereka yang berusia di bawah dan di atas 80 tahun, dengan satu-satunya perbedaan adalah vaksin bekerja lebih cepat pada kelompok usia muda.

Sumber itu juga menyebut dibutuhkan sekitar 3 minggu untuk menangani pasien lanjut usia, sementara hanya butuh waktu sekitar 15 hari untuk pasien di bawah 65 tahun. Para ilmuwan mengatakan bahwa data awal juga menunjukkan vaksin Oxford menawarkan perlindungan yang mirip.

Ilmuwan sebelumnya telah mendesak pemerintah Inggris untuk memberikan dua dosis vaksin yang tidak lebih dari 3 minggu, seperti yang telah dilakukan dan disarankan berdasarkan uji klinis. Akan tetapi, pemerintah mengambil langkah memperpanjang interval suntikan hingga 12 minggu.

BACA JUGA : Waduh, Pfizer Kurangi Pengiriman Vaksin, Ini Alasannya

Para ahli pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak mengikuti saran tersebut, karena mereka mengatakan bukti menunjukkan satu suntikan menawarkan perlindungan yang cukup untuk memungkinkan orang menunggu 9 minggu untuk dosis kedua mereka.

Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia mengatakan angka-angka baru tentang kemanjuran vaksin sangat meyakinkan. Dia merasa yakin bahwa pelonggaran pembatasan masyarakat secara bertahap bisa dilakukan mulai awal bulan depan.

“Jika mereka mencapai perlindungan 65 persen setelah 3 minggu dengan dua suntikan, maka ini hal yang bagus. Itu adalah pembenaran dari strategi saat ini karena melindungi lebih banyak orang daripada memberikan dua dosis dalam waktu 3 minggu,” katanya seperti dikutip Metro UK.

BACA JUGA : Seorang Perawat Positif Covid-19 Sepekan Seusai Divaksin

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia