Waduh, Pfizer Kurangi Pengiriman Vaksin, Ini Alasannya...

Vaksin buatan Pfizer yang disetujui Inggris
16 Januari 2021 11:27 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dalam tiga hingga empat minggu ke depan, Pfizer Inc. akan mengurangi pengiriman vaksin Covid-19 ke negara-negara di luar Amerika Serikat. Keputusan itu diambil karena perusahaan itu sedang merenovasi pabriknya di Belgia.

Menurut keterangan resmi Pfizer dan mitranya BioNTech SE, renovasi itu akan membantu meningkatkan kapasitas mulai pertengahan Februari. Pabrik yang berlokasi di Puurs itu memasok vaksin ke semua negara selain AS.

"Sebagai bagian dari peningkatan produktivitas normal untuk meningkatkan kapasitas, kami harus melakukan modifikasi pada proses dan fasilitas yang memerlukan persetujuan peraturan tambahan," kata juru bicara Pfizer dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Sabtu (16/1/2021).

Meskipun ini akan berdampak sementara pada pengiriman pada akhir Januari hingga awal Februari, lanjutnya, pembaruanmemberikan peningkatan signifikan pada dosis yang tersedia untuk pasien pada akhir Februari dan Maret.

Pfizer dan BioNTech akan dapat mengirimkan jumlah dosis vaksin dengan komitmen penuh ke Uni Eropa pada kuartal pertama dan produksi yang lebih tinggi pada kuartal kedua. Pengiriman ke UE akan kembali ke jadwal semula pada 25 Januari 2021, dengan peningkatan pengiriman dimulai pada 15 Februari.

"Perusahaan akan menginformasikan Komisi Eropa, negara anggota UE dan negara lain yang terkena dampak perubahan tentang jadwal pengiriman yang diperbarui," kata BioNTech dalam pernyataannya.

Pfizer dan mitranya dari Jerman berada di bawah tekanan untuk memproduksi lebih banyak dosis karena negara-negara di seluruh dunia bergegas untuk mengimunisasi orang-orang yang rentan. Perusahaan baru-baru ini meningkatkan target produksi mereka untuk tahun ini lebih dari 50 persen menjadi 2 miliar dosis.

Namun, sebagian dari peningkatan itu hanya karena regulator memberikan izin kepada penyedia layanan kesehatan untuk menarik dosis tambahan dari setiap botol.

Mitranya, BioNTech, juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas pabrik dan mencari mitra produksi baru. Pabrik BioNTech baru di Marburg, Jerman, telah melewati tinjauan emisi dan segera dibuka di negara bagian Hesse Jerman pada bulan depan.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dia menelepon Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla, yang berjanji bahwa perusahaan akan memenuhi target pengiriman untuk kuartal pertama.

"Dia secara pribadi menangani kasus pengurangan penundaan. Kami sangat membutuhkan dosis yang dijamin pada kuartal pertama," katanya.

Norwegia mengatakan akan mendapatkan 36.078 dosis dari Pfizer minggu depan. Diperlukan dua dosis yang diberikan dengan jarak tiga minggu untuk memvaksinasi satu orang.

Sementara itu, tsar darurat virus Italia, Domenico Arcuri, mengatakan bahwa dia memperingatkan Pfizer bahwa mereka menghadapi tindakan potensial yang tidak ditentukan untuk sementara waktu mengurangi pengiriman vaksin Covid-19 ke Italia dan negara-negara Eropa lainnya.

"Hari ini Pfizer secara sepihak mengumumkan bahwa mulai Senin akan mengirimkan ke negara kami sekitar 29 persen lebih sedikit botol vaksin daripada jadwal yang telah dibagikan," kata Arcuri dalam sebuah pernyataan yang menuntut pemulihan alokasi aslinya.

Di Kanada, yang telah memesan lebih banyak dosis vaksin Covid-19 per kapita daripada negara lain, Menteri Pengadaan Anita Anand menyebut pengurangan sementara itu disayangkan.

Pfizer berencana untuk mengejar pengiriman pada akhir Maret, kata Anand, seraya menambahkan bahwa pada akhir September, setiap orang yang ingin divaksinasi akan bisa mendapatkan suntikan.

Sumber : bloomberg, Bisnis.com