Terdampak Pandemi, Awak Angkutan di Magelang Diberi Bantuan Perawatan Kendaraan

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan kepada perwakilan penerima di Pendopo Pengabdian, Rabu (14/10/2020). - Ist/dok Humas Pemkot Magelang
15 Oktober 2020 08:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG – Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor kehidupan. Salah satu sektor yang paling terdampak yakni angkutan umum. Pembatasan fisik membuat orang mengurangi bepergian sehingga berdampak penurunan penumpang angkutan umum.

Menyikapi dampak tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memberikan bantuan barang pendukung sarana usaha transportasi skala kecil bagi warga yang bekerja di bidang transportasi umum berbasis motor atau non-motor di Kota Magelang.

Ada 240 penerima bantuan, baik dari sopir kendaraan bermotor maupun penarik becak. Bantuan secara simbolis diserahkan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito kepada perwakilan penerima di Pendopo Pengabdian, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Rizieq Shihab Diklaim Bakal Pulang untuk Memimpin Revolusi, Begini Kata Istana

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyatakan bantuan untuk transportasi umum baik bermotor maupun non-motor ini sebagai bentuk perhatian pemerintah. Sektor transportasi tak bisa dipandang sebelah mata, karena keberadaannya penting untuk mobilisasi warga.

“Manfaatkan betul dana insentif dari pemerintah ini. Awak angkutan harus tetap eksis. Tetap tawakal jalani usaha sambil selalu sabar dengan kondisi ini. Kita sama-sama berdoa agar pandemi ini segera berakhir,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Chandra Wijatmika Adi mengatakan, bantuan yang bersumber dari Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) ini penting dalam rangka pemulihan ekonomi di sektor angkutan umum. Sebab masa pandemi Covid-19 turut memukul kehidupan sektor transportasi.

Baca juga: Masalah Psikologis yang Paling Banyak Terjadi Saat Pandemi

“Moda transportasi darat di Kota Magelang ikut terdampak baik bermotor maupun non-motor. Salah satunya karena kebijakan jaga jarak yang mengakibatkan jumlah penumpang merosot,” terang Candra.

Candra menyebutkan, bantuan terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) handsanitizer, desinfektan, alat semprot, sekat kabin angkot, dan mini kontainer untuk tempat pembayaran pada angkutan umum bermotor. Total bantuan di kelompok ini senilai Rp109 juta.

Berikutnya berupa perawatan kendaraan dengan total senilai Rp154 juta. Terdiri dari biaya tune up, oli filter, dan kampas rem. Adapun untuk kendaraan non-bermotor alias becak senilai total Rp47 juta.

Dengan adanya bantuan yang banyak ini, Chandra berharap dapat meningkatkan kembali ekonomi di sektor transportasi yang terdampak. Sekaligus pola pergerakan transportasi umum bergerak baik ke depannya.

“Sehingga, dampak negatif dapat lebih ditekan. Dengan adanya bantuan ini, saya harap produktivitas masyarakat juga meningkat lagi. Gunakan sebaik-baiknya bantuan ini untuk pemulihan ekonomi,” jelasnya. (*)