Gedung KDMP Dipakai Lomba 17-an hingga Nikahan, Ini Kata Dinkop
Gedung KDMP di Jateng dipakai lomba 17-an hingga resepsi nikahan. Dinkop UKM Jateng menyebutnya bisa jadi sumber pendapatan koperasi.
Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS)./ Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL - Sosialisasi pendidikan pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 Bantul selain dilakukan secara online atau dalam jaringan juga tatap muka dengan jumlah peserta terbatas.
"Sosialisasi secara virtual itu hanya menjadi satu di antara media saja, tentu media tatap muka masih ada, cuma nanti proses dan tata caranya akan berbeda dengan tata cara yang dilakukan seperti pada pemilihan sebelumnya," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul Arif Widayanto di Bantul, Sabtu (6/6/2020).
Seperti diketahui bahwa KPU Bantul telah menggencarkan kegiatan yang berkaitan dengan persiapan Pilkada Bantul Desember, setelah pada Mei mengadakan virtual short course selama empat kali, belum lama ini mengadakan dua kali dialog virtual dengan menghadirkan narasumber kompeten.
Meski begitu, kegiatan ataupun sosialisasi pendidikan pemilih melalui tatap muka tentu nanti akan dilakukan dengan jumlah peserta yang lebih sedikit dibanding sebelumnya, agar prinsip physical distancing atau jaga jarak sebagai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dapat diterapkan.
"Karena secara protokol kesehatan jelas kalau saat ini perlu pembatasan interaksi dengan banyak orang. Maka ini masih kita desain, baik untuk segmen pemilih disabilitas, segmen pemilih pemula ataupun segmen perempuan tentu akan berbeda-beda caranya," tuturnya.
Arif mengatakan, termasuk media ataupun bahan sosialisasi yang akan digunakan lembaga penyelenggara pemilu perlu dipersiapkan agar diharapkan bisa menjangkau semua segmen pemilih yang ada di Bantul, demi kualitas dan kuantitas Pilkada 2020 yang tetap lebih baik.
Dia mengatakan, jadi hanya metodenya saja yang berbeda, kalau kemarin itu, misalnya, dalam sosialisasi KPU bisa menghadirkan 50 orang teman-teman difabel, mungkin dalam sosialisasi nanti, tidak bisa dilakukan hanya dalam satu kali waktu.
"Mungkin dalam dua atau tiga kali waktu, karena untuk menghindari banyaknya kerumunan tadi. Jadi jangan khawatir mekanisme itu ada, kita perlu menyesuaikan dengan hal yang baru untuk pelaksanaan sosialisasi itu," ucapnya.
Sementara itu, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, bahwa situasi secara nasional maupun lokal masih dalam tahap pengendalian wabah Covid-19, maka setiap tahapan Pilkada akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, dan untuk tahapan akan dimulai kembali pada 15 Juni.
Menurut dia, untuk kebutuhan pendukung protokol kesehatan sesuai standar yang ditetapkan Kemenkes, saat ini KPU Bantul sedang melakukan invetarisasi kebutuhan serta menghitung anggaran untuk selanjutnya diusulkan ke KPU pusat melalui KPU DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gedung KDMP di Jateng dipakai lomba 17-an hingga resepsi nikahan. Dinkop UKM Jateng menyebutnya bisa jadi sumber pendapatan koperasi.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.
Sejumlah siswa SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mengalami homesick. Satu siswa resmi mundur, dua lainnya dalam proses pengunduran diri.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.