Gerindra Temui Rizieq di Mekkah, yang Dibahas soal Kasus Jiwasraya

Habib Rizieq Shihab. - Suara.com
06 Januari 2020 15:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Andre Rosiade selaku anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra menemui pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (5/1/2020).

Dalam pertemuannya, Rizieq menitipkan kepada Andre untuk menuntaskan masalah Jiwasraya. Keduanya bertemu di kediaman Rizieq.

Politikus Partai Gerindra ini menyebutkan kalau Rizieq menitipkan kasus Jiwasraya agar bisa dituntaskan.

"Beliau menitipkan agar saya dan teman-teman agar tetap istiqomah untuk membongkar kasus Jiwasraya. Agar pelaku dapat dihukum dan uang rakyat dapat diselamatkan," kata Andre kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Sementara itu, melalui video yang diberikan Andre, Rizieq memberikan amanat kepada Andre. Menurutnya, siapa pun pelaku yang terlibat dalam kasus Jiwasraya mesti diproses melalui jalur hukum.

"Kejar mereka, proses mereka, seret mereka ke pengadilan, dan jebloskan ke penjara mereka-mereka yang bersalah, yang merampok daripada uang rakyat," ujarnya.

"Kami akan bela, pastikan, kawal uang negara dan uang rakyat tidak akan hilang," timpal Andre.

Rizieq pun mengucapkan takbir seusai mendengar pernyataan Andre. Rizieq berpesan agar proses penyelesaian kasus Jiwasraya harus tetap berjalan.

"Takbir. Insyaallah beliau terus berjuang bersama kawan-kawan dari semua yang peduli kepada rakyat. Jiwasraya Gate tidak boleh ditenggelamkan. Harus dikatakan hak. Yang batil harus dikatakan batil. Keadilan harus ditegakkan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, persoalan keuangan yang dialami PT Asuransi Jiwasraya sudah terjadi selama 10 tahun lebih. Tepatnya sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berdasarkan catatan perusahaan, Jiwasraya tidak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo pada periode Oktober-November 2019 sebesar Rp12,4 triliun.

Kini Kejaksaan Agung sedang menyidik dugaan korupsi pengelolaan dana investasi Jiwasraya dengan perkiraan kerugian negara hingga Agustus lalu mencapai Rp13,7 triliun.

Sumber : suara.com