Selebritas Dunia Kumpulkan Dana untuk Bantu Pemadam Kebakaran Australia

Seorang pemadam kebakaran melakukan penanganan atas kebakaran hutan dan semak-semak di Pegunungan Mangrove, New South Wales, Australia, Minggu (8/12/2019).) - AAP Image/Jeremy Piper via Reuters
06 Januari 2020 12:27 WIB Annisa Margrit News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kebakaran hutan besar yang terjadi di Australia mendorong selebritas dunia menggalang dana bagi para pemadam kebakaran dan penampungan hewan.

Aktris Nicole Kidman, yang berasal dari Negeri Kangguru, mendonasikan 500.000 dolar atas nama keluarganya ke kantor pemadam kebakaran New South Wales, Rural Fire Service (RFS). Namun, tidak disebutkan apakah dana tersebut berdenominasi dolar AS atau dolar Australia.

"Kami terus mendoakan dan mendukung semua yang terdampak kebakaran di seluruh Australia," ujarnya di akun Instagram resminya seperti dilansir Reuters, Minggu (5/1/2020).

Kidman, yang menghabiskan Tahun Baru 2020 bersama suaminya di Sydney, juga menyertakan tautan laman donasi bagi pemadam kebakaran nasional.

Iggy Azalea, rapper kelahiran Sydney, mengunggah foto di Instagram yang menunjukkan dirinya tengah memeluk seekor koala. Dia mengajak publik untuk menyumbang ke penampungan hewan liar di sekitar tempat tinggal mereka.

Hingga pagi ini, dana yang sudah terkumpul hampir mencapai 100.000 dolar Australia atau setara dengan Rp968,9 juta [kurs tengah Bank Indonesia Rp9.689 per dolar Australia].

"Harus mengunjungi si lucu ini kemarin, juga hewan-hewan lain yang terluka dan direhabilitasi di @currumbinwildlifehospital," tutur Azalea.

Penyanyi asal AS, Pink, pun menyumbang US$500.000 kepada pemadam kebakaran lokal yang disebutnya bertempur dengan keras di garis depan.

"Doa saya untuk teman dan keluarga di Australia," ujarnya.

Pada November 2019, aktor Russell Crowe dan pengusaha di bidang teknologi Mike Cannon-Brookes sudah menyumbang sekitar 200.000 dolar Australia ke cabang RFS regional.

Daerah New South Wales menjadi negara bagian yang mengalami kebakaran paling parah. Kebakaran hutan kali ini sudah terjadi setidaknya sejak September 2019. Setidaknya sudah ada 24 orang yang tewas terkait musim kebakaran kali ini.

Menurut para ahli, perubahan iklim menjadi faktor utama dalam kekeringan yang terjadi selama 3 tahun terakhir, yang kemudian membuat semak-semak dan rerumputan kering rentan memicu munculnya api.

Dilansir dari BBC, hingga Jumat (3/1), setidaknya 6 juta hektare lahan sudah terbakar.

Sumber : Reuters