Advertisement
Banjir Bekasi Telan Korban Jiwa, 1 Meninggal di Lapangan Tergenang
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KABUPATEN BEKASI—Banjir yang merendam wilayah Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja berinisial J (19) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam air setinggi sekitar dua meter.
Korban merupakan warga Kampung Nanggewer, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur. Ia tenggelam seusai bermain bersama tiga rekannya di lapangan yang berubah menjadi genangan banjir.
Advertisement
“Kejadiannya kemarin siang. Korban sempat berenang sejauh 50 meter dari daratan dan berhenti bergelantungan di tiang gawang, kemungkinan karena kelelahan,” kata tenaga medis setempat, Taryana, Selasa (20/1/2026).
Taryana menjelaskan, ketiga rekan korban yang melihat kondisi J mulai melemah segera berenang ke daratan untuk meminta bantuan warga sekitar. Namun, tak lama setelah itu korban tenggelam di tengah genangan.
BACA JUGA
Menerima laporan dari rekan korban, warga setempat langsung melakukan pencarian. Proses evakuasi sempat terkendala karena perahu yang biasa digunakan tengah dipakai untuk mengevakuasi korban banjir lainnya.
“Saat ditemukan, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Nadinya tidak teraba, tidak ada napas, wajahnya pucat dan membiru,” ucap Taryana.
Ia mengaku sempat memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) dengan kompresi dada selama sekitar 10 menit. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Ambulans yang datang ke lokasi kemudian memastikan korban telah meninggal dunia.
Pihak keluarga meminta agar jenazah segera dipulangkan ke rumah duka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui dapat berenang. Namun, saat kejadian diduga dalam kondisi kurang sehat.
“Kemungkinan besar karena korban kurang sehat sehingga korban tenggelam,” ujarnya.
Banjir yang melanda wilayah Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, diketahui dipicu oleh luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi ini membuat sejumlah titik berubah menjadi genangan dalam yang berbahaya bagi warga.
Camat Kedungwaringin, Maman Badruzaman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di area banjir.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di area banjir demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
- Banjir Tak Halangi Ela dan Muhadi Gelar Resepsi Pernikahannya
- Kronologi Penemuan Korban dan Serpihan Pesawat ATR di Sulsel
Advertisement
Nelayan Gunungkidul Minta SPBU Khusus demi Pangkas Biaya Melaut
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Korban Kedua Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Bulusaraung
- Threads Menyalip X Versi Mobile, Peta Media Sosial Global Bergeser
- OTT KPK Tangkap Wali Kota Madiun, Langsung Dibawa ke Jakarta
- BMKG Uji Nowcasting Berbasis AI untuk Data Lebih Akurat
- Antrean Masuk SD Muhammadiyah Sapen hingga 2032
- Iran Tegaskan Ancaman ke Khamenei Berarti Deklarasi Perang
- Labuhan Merapi Digelar Dini Hari, Jadi Puncak Tingalan Dalem HB X
Advertisement
Advertisement



