Advertisement

Gelombang Panas Ekstrem Landa Chile, Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Jumali
Selasa, 20 Januari 2026 - 05:17 WIB
Jumali
Gelombang Panas Ekstrem Landa Chile, Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang Kebakaran lahan - hutan / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang panas ekstrem memicu kebakaran hutan besar-besaran di wilayah tengah dan selatan Chile. Pemerintah setempat menetapkan status keadaan darurat setelah bencana tersebut menewaskan sedikitnya 19 orang dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Menteri Keamanan Chile, Luis Cordero, menyampaikan bahwa meskipun kondisi malam hari sempat membantu meredam api, ancaman kebakaran masih sangat tinggi karena cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut sepanjang hari.

Advertisement

"Perkiraan kami hari ini menunjukkan suhu yang tinggi," ujar Cordero sebagaimana dikutip dari Reuters. Ia menegaskan fokus utama otoritas saat ini adalah mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama di lokasi-lokasi strategis.

Sebagian besar wilayah Chile kini berada dalam status peringatan panas ekstrem, dengan suhu udara diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius. Badan Kehutanan Chile (CONAF) melaporkan hingga Minggu malam waktu setempat terdapat 23 titik kebakaran aktif yang masih dalam penanganan.

Presiden Gabriel Boric telah menetapkan status darurat bencana, terutama di wilayah Nubble dan Bio Bio yang terdampak paling parah. Data sementara menunjukkan sekitar 20.000 hektare lahan telah terbakar, luas yang hampir setara dengan Kota Seattle di Amerika Serikat.

Kebakaran terbesar terpantau terjadi di sekitar kota pesisir Concepción, dengan luasan mencapai 14.000 hektare. Api yang menjalar cepat dilaporkan menghanguskan ratusan rumah di Kota Penco dan Lirquén sepanjang akhir pekan lalu.

Hingga Senin (19/1/2026), petugas pemadam kebakaran masih berupaya melokalisasi api yang mulai mengancam Lapas Manzano di pinggiran Concepción serta Kota Tomé di wilayah utara. Otoritas setempat terus melakukan pendataan terkait kerusakan infrastruktur dan dampak sosial akibat kebakaran tersebut.

Bencana ini kembali menegaskan dampak nyata perubahan iklim di kawasan Amerika Selatan. Sebelumnya, pada awal Januari, wilayah Patagonia, Argentina, juga dilanda kebakaran hutan yang menghanguskan sekitar 15.000 hektare lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini, Sleman, Bantul dan Gunungkidul

Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini, Sleman, Bantul dan Gunungkidul

Jogja
| Selasa, 20 Januari 2026, 06:57 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement