Banjir Terjang Gaza, 70.000 Tenda Pengungsi Palestina Terendam
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BEKASI - Wilayah Kota Bekasi diguyur hujan sejak Selasa (31/12/2019) sore. Akibatnya, wilayah kota tersebut dikepung banjir pada awal tahun 2020, Rabu (1/1/2020) pagi.
Banjir membuat jalan-jalan tidak bisa dilalui kendaraan beroda dua mau pun empat, termasuk Underpass Bekasi Timur. Luapan air sungai membuat jalan di terowongan itu tidak bisa dilalui kendaraan sejak dini hari.
"Hujannya tidak berhenti sejak sore kemarin, jalanan tadi malam hanya tergenang dan subuh sudah tidak dapat dilalui," kata Abdul, 37, yang tinggal di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
"Enggak bisa lewat sama sekali ya terpaksa harus putar arah melintasi jalur lain atau alternatif Bulak Kapal," ia menambahkan.
Tak jauh dari Underpass Bekasi Timur, banjir masuk ke rumah-rumah warga di Perumahan Duren Jaya.
"Banjirnya sepinggang orang dewasa, ini air naik sejak pukul 03.00 WIB," kata Kartono, 40, warga RT 11/10 Perumahan Duren Jaya.
Wilayah Kecamatan Rawalumbu dan Mustikajaya juga kebanjiran. Air menggenangi rumah-rumah warga di kedua wilayah tersebut.
"Lagi tidur tiba-tiba air masuk. Saya kaget dan langsung coba mengevakuasi barang-barang yang bersangkutan dengan listrik. Kalau kasur saya kan kebetulan di lantai, itu sudah basah semua," kata Evan, 33, warga Perumahan Mayang Anggi di Kecamatan Mustikajaya.
Di wilayah Kecamatan Rawalumbu, banjir menggenangi rumah-rumah warga sejak pukul 02.00 WIB.
"Rawalumbu duluan banjir karena jalanan di sini hujan sebentar saja sudah banjir. Dan ini hujan sampai saat ini belum reda juga. Kami meminta pertolongan pihak BPBD untuk mengevakuasi warga juga," kata Muhammad Alfi, 26, warga Rawalumbu.
Banjir juga menggenangi Kampung Lebak di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara. Di kampung itu, genangan akibat banjir yang pada Selasa (31/12/2019) pukul 23.00 WIB hanya setinggi telapak kaki pada Rabu pagi naik menjadi setinggi dada orang dewasa.
"Di sini sangat membutuhkan perahu karet karena banjir sudah sampai dada orang dewasa. Banjir ini karena luapan dari Kali Bekasi," kata Dewi, 17, warga Kampung Lebak.
"Kita juga butuh sembako, karena semuanya sudah terendam. Air Kali Bekasi ini naik dan sangat membahayakan," ia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.