Daftar Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP, Vivo, Shell
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Wisatawan menikmati suasana alam pegunungan di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Selasa (11/9)./Antara-Siswowidodo
Harianjogja.com, KARANGANYAR--Kawasan puncak Gunung Lawu dilanda hujan tak biasa, yakni hujan es.
Hujan es pertama mengguyur puncak Gunung Lawu, Karanganyar, Minggu (10/11/2019) sore. Hujan es dengan butiran seukuran kelereng itu membuat para pendaki merasa seperti dilempari kerikil.
Anggota Anak Gunung Lawu, Bes, sempat mendokumentasikan fenomena tersebut dari Pos Hargo Dalem. Bes mengatakan ukuran butiran es semakin besar ketika naik semakin tinggi.
Menurutnya, di Pos Hargo Dalem ukuran es apabila mengenai kepala bisa menimbulkan rasa sakit yang hampir sama ketika terkena batu. Selain itu, jalanan juga jadi licin akibat es tersebut.
“Saya saat itu ada di pos tiga. Ada teman saya yang ada di atas itu merasakan ukuran es yang lebih besar dari yang ada di pos 3. Kalau dibilang bahaya bisa juga karena kalau semakin ke atas ukuran es dari hujan semakin besar,” jelas dia.
Anggota Anak Gunung Lawu (AGL) lainnya, Budi Babi, mengatakan hujan es itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung tidak terlalu lama.
"Kalau tidak salah terjadi sekitar mau azan Magrib. Saat itu rekan saya ada di tenda dan terjadi hujan es pertama musim hujan ini," jelasnya kepada Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Senin (11/11/2019).
Budi menambahkan di Gunung Lawu baru hujan empat kali. Tiga kali hujan sebelumnya hanya air biasa dan di hujan keempat baru hujan es. Meskipun begitu, hujan es tidak membahayakan proses pendakian.
"Hujannya memang disertai angin tapi tidak berbahaya. Ini memang yang pertama kali selama musim hujan. Di sini [Gunung Lawu] kan hujan baru empat kali ini. Durasinya juga sebentar. Tapi ukuran esnya sebesar kelereng. Gak begitu terasa dampaknya," imbuh dia.
Selain itu, fenomena hujan es menurutnya merupakan hal biasa ketika peralihan musim. Hujan itu tidak mengagetkan para pendaki yang sedang mendaki Gunung Lawu.
"Sebenarnya ini hal biasa. Kalau peralihan musim pasti terjadi hujan es. Besarnya beda-beda. Karena sudah biasa terjadi sekarang tidak mengagetkan. Para pendaki juga tidak kaget karena pas hujan kebanyakan sudah ada di tenda semua. Kalau di luar ya paling terasa kayak dilempari kerikil kecil," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.