Perlinsos Digital, Pemerintah Targetkan 50 Persen Penduduk Terdata
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Ilustrasi hujan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-- Memasuki masa pancaroba di bulan November, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem, termasuk hujan es.
"Karakteristik pancaroba menjelang sampai pertengahan November. Cuaca ekstremnya itu yang perlu diwaspadai," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).
Memasuki musim pancaroba, jelas Miming, wilayah Sumatera sudah dilanda banjir. Sementara itu, di beberapa titik wilayah Jawa, hujan juga sudah cukup lebat. Namun, ia belum mendapat laporan tentang adanya puting beliung, meski terdapat hujan es di wilayah Bogor.
Potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan lebat, hujan es dan puting beliung itu kemungkinan dapat terjadi juga di wilayah lain dan hal itu perlu diwaspadai setidaknya sampai pertengahan November.
Hujan es dan puting beliung, katanya, merupakan kejadian yang pada umunya terjadi pada musim transisi atau pancaroba.
Hal itu disebabkan oleh perbedaan kondisi yang sangat mencolok antara pagi hari yang cenderung cerah dan panas kemudian menjadi lembab di siang hari dan terjadi hujan yang disertai angin kencang di sore hari.
Kondisi tersebut berbeda dengan kondisi yang terjadi pada puncak musim hujan. Pada puncaknya, hujan sudah mulai terjadi dari pagi dengan intensitas hujan yang ringan hingga sore hari.
Namun, kata dia, pada musim pancaroba, hujan hanya terjadi dalam waktu singkat pada siang atau sore hari saja.
Sementara itu, seperti halnya fenomena puting beliung, potensi fenomena hujan es juga sangat mudah dikenali karakteristiknya.
"Jadi ketika pagi sampai paling tidak jam 11 atau jam 10 itu kondisinya sangat panas. Kemudian awan itu pertumbuhannya cepat pada siang hari. Kemudian, karakteristik warnanya cepat menghitam. Artinya uap airnya sangat banyak dan dipastikan hujannya juga akan sangat lebat di sana," katanya.
BMKG memperkirakan potensi hujan es akan paling sering terjadi terutama di wilayah Jawa, yaitu di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Sementara itu, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Desember di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan, potensi puting beliung kemungkinan akan terjadi di wilayah Sumatera karena kondisi di sana sudah cukup banyak hujan.
Ia mengatakan wilayah yang harus diwaspadai terkait kondisi cuaca ekstrem pada November hingga awal Desember adalah wilayah Jawa, terutama Jawa Barat dan Jawa Timur.
Selain itu, potensi longsor kemungkinan akan terjadi di wilayah Sumatera, terutama wilayah pesisir atau di Sumatera Utara.
"Aceh juga cukup tinggi. Kemudian nanti menjelang awal musim hujan, banyak hujan pada bulan-bulan Desember itu di wilayah Jawa, Jawa Tengah, Jawa Barat," tutup Miming.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna
Sharp meluncurkan Phantom Series dan Core Blast Series dengan fitur audio premium dan portabel untuk kebutuhan hiburan di rumah maupun outdoor.
Harga biodiesel Oktober 2026 naik menjadi Rp15.072 per liter, sedangkan HIP bioetanol turun menjadi Rp11.604 per liter.
KAI Daop 6 Yogyakarta menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni dalam rangka HUT ke-81 KAI.