Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Ilustrasi hujan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-- Memasuki masa pancaroba di bulan November, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem, termasuk hujan es.
"Karakteristik pancaroba menjelang sampai pertengahan November. Cuaca ekstremnya itu yang perlu diwaspadai," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).
Memasuki musim pancaroba, jelas Miming, wilayah Sumatera sudah dilanda banjir. Sementara itu, di beberapa titik wilayah Jawa, hujan juga sudah cukup lebat. Namun, ia belum mendapat laporan tentang adanya puting beliung, meski terdapat hujan es di wilayah Bogor.
Potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan lebat, hujan es dan puting beliung itu kemungkinan dapat terjadi juga di wilayah lain dan hal itu perlu diwaspadai setidaknya sampai pertengahan November.
Hujan es dan puting beliung, katanya, merupakan kejadian yang pada umunya terjadi pada musim transisi atau pancaroba.
Hal itu disebabkan oleh perbedaan kondisi yang sangat mencolok antara pagi hari yang cenderung cerah dan panas kemudian menjadi lembab di siang hari dan terjadi hujan yang disertai angin kencang di sore hari.
Kondisi tersebut berbeda dengan kondisi yang terjadi pada puncak musim hujan. Pada puncaknya, hujan sudah mulai terjadi dari pagi dengan intensitas hujan yang ringan hingga sore hari.
Namun, kata dia, pada musim pancaroba, hujan hanya terjadi dalam waktu singkat pada siang atau sore hari saja.
Sementara itu, seperti halnya fenomena puting beliung, potensi fenomena hujan es juga sangat mudah dikenali karakteristiknya.
"Jadi ketika pagi sampai paling tidak jam 11 atau jam 10 itu kondisinya sangat panas. Kemudian awan itu pertumbuhannya cepat pada siang hari. Kemudian, karakteristik warnanya cepat menghitam. Artinya uap airnya sangat banyak dan dipastikan hujannya juga akan sangat lebat di sana," katanya.
BMKG memperkirakan potensi hujan es akan paling sering terjadi terutama di wilayah Jawa, yaitu di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Sementara itu, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Desember di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan, potensi puting beliung kemungkinan akan terjadi di wilayah Sumatera karena kondisi di sana sudah cukup banyak hujan.
Ia mengatakan wilayah yang harus diwaspadai terkait kondisi cuaca ekstrem pada November hingga awal Desember adalah wilayah Jawa, terutama Jawa Barat dan Jawa Timur.
Selain itu, potensi longsor kemungkinan akan terjadi di wilayah Sumatera, terutama wilayah pesisir atau di Sumatera Utara.
"Aceh juga cukup tinggi. Kemudian nanti menjelang awal musim hujan, banyak hujan pada bulan-bulan Desember itu di wilayah Jawa, Jawa Tengah, Jawa Barat," tutup Miming.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.