MRT Jakarta Bakal Lebih Panjang, dari 15,7 Km Jadi 200 Km

Menhub Budi Karya Sumadi bersama jajaran pejabat eselon I Kemenhub. BISNIS - Hendra Wibawa
19 Oktober 2019 23:27 WIB Rinaldi M Azka & Hendra Wibawa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagai upaya memopulerkan angkutan massal berbasis rel, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memproyeksikan jalur moda raya terpadu di Jakarta akan sepanjang 200 kilometer dari saat ini hanya sepanjang 15,7 kilometer. 

Saat ini, MRT Jakarta tahap pertama fase 1 telah beroperasi yang menghubungkan Lebak Bulus Jakarta Selatan sampai dengan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat sepanjang 15,7 kilometer.

"Nanti, MRT akan sepanjang 200 kilometer di Jakarta ada dari lintas selatan-utara dan barat-timur," katanya dalam Press Background bertema Capaian Kinerja Kementerian Perhubungan Kabinet  Kerja Jokowi-JK Periode 2014-2019 di salah satu rumah makan di Menteng Jakarta Pusat, Sabtu 19/10/2019). 

MRT tahap pertama fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia sebanyak tujuh stasiun struktur layang yang membentang ±10 km dari wilayah Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja. Ke-7 stasiun layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.

Untuk enam stasiun bawah tanah (underground) membentang ±6 km, yang terdiri atas terowongan MRT bawah tanah dan enam stasiun MRT bawah tanah, yang terdiri atas Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia. 

Pada MRT tahap pertama fase 2 akan dibangun di bawah tanah dari Bundaran Hotel Indonesia, Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga Kota.

Budi Karya menambahkan pihaknya juga akan membangun kereta ringan atau light rail transit (LRT) di lima kota hingga enam kota di Indonesia. Menurutnya, pembangunan LRT di kota besar lain itu ditetapkan untuk meningkatkan angkutan massal berbasis rel.

Sumber : bisnis.com