Advertisement
Pemindahan Ibu Kota, BNPB Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Kaltim
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Calon Ibu Kota baru di Kalimantan Timur dinilai memiliki potensi bencana rendah. Namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan pemerintah perlu memperhatikan risiko bencana hidrometeorologi di provinsi itu.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja menilai hidrometeorologi mencakup beberapa risiko seperti hujan dan banjir. Jika tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin calon ibu kota baru menjadi lahan bencana.
Advertisement
"Kalau [potensi] tsunami [terbilang] rendah, sedang paling tinggi. Itu bisa dikelola. Akan tetapi yang paling berkembang selanjutnya adalah hidrometeorologi," katanya usai di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho Graha BNPB, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Belum lama ini pemerintah telah menetapkan lokasi calon ibu kota baru yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Adapun wilayah spesifik lokasi calon ibu kota berada di Kecamatan Samboja dan Sepaku.
BACA JUGA
Menurutnya, ancaman bencana hidrometeorologi menyangkut masalah lingkungan. Jika lingkungan dirusak, maka semakin banyak daerah yang akan mengalami banjir. Dia juga mengingatkan pemerintah tidak membangun di rumah air.
Di sisi lain, tata ruang menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana. Menurutnya berbagai langkah perlu dilakukan termasuk menata ruang pembangunan berbasis analisis risiko bencana. Selain itu masyarakat juga harus dibiasakan untuk berperilaku ramah lingkungan.
"Kalau masyarakat tidak ramah lingkungan maka kita hanya nunggu bencana saja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Senin Malam Diguyur Hujan, Tiga Titik Longsor Landa Gunungkidul
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Terkait Fitnah Penelantaran Anak, Keluarga Denada Siap Jalur Hukum
- Padat Berisiko! Satu Gerbong KRL Angkut 300 Penumpang Saat Jam Sibuk
- Obat Palsu Ancam Nyawa, BPOM Perketat Pengawasan Usai Peringatan WHO
- BPJS Kesehatan Disiapkan Suntikan Rp20 Triliun dari APBN
- 32 Kasus Tukar Guling Tanah Kalurahan-Kasultanan di Sleman Rampung
- BWF Ubah Wajah World Tour 20272030, Jumlah Turnamen Jadi 36 Ajang
- Kapal Pengungsi Karam di Libya Barat, 53 Orang Tewas dan Hilang
Advertisement
Advertisement



