Beasiswa Baznas 2026 Kuliah di Timur Tengah 2026, Ini Syarat dan Cara Mendaftar
Baznas membuka Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026 untuk 300 mahasiswa. Pendaftaran 28 Oktober–9 November, dengan uang saku Rp1 juta per bulan.
Aksi pesawat tempur F 16 saat yang mengeluarkan flare ketika meramaikan Adisutjipto Urban Obstacle Run 2018 di Komplek Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Sleman, Minggu (4/3/2018). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, BIAK--Peringatan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara pada 29 Juli memiliki makna yang sarat dengan nilai kejuangan bagi prajurit untuk menjadi kompas moral bagi pengabdian terbaik kepada TNI AU.
"Pada tanggal tersebut, tepatnya 29 Juli 1947, ada dua peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya TNI Angkatan Udara," ungkap Danlanud Manuhua Marsma TNI Daan Sulfi membacakan amanat KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna pada peringatan Hari Bhakti TNI ke-72 dipusatkan di Skadron 27 Biak, Senin (29/7/2019).
Marsekal Yuyu Sutisna dalam sambutan tertulisnya mengakui, peristiwa heroik tanggal 29 Juli hendaknya tidak sekedar menjadi nostalgia sejarah semata, namun terus menjadi kompas moral bagi generasi penerus untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada TNI Angkatan Udara.
"Spirit Hari Bhakti Angkatan Udara harus dimanifestasikan dalam proses pembangunan postur kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang profesional dan modern," katanya.
Ia mengatakan, momentum Hari Bhakti ini adalah saat tepat untuk membangun komitmen bahwa TNI AU mampu mencetak kader-kader prajurit yang berkarakter sama hebatnya dengan para aktor sejarah Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.
Ada dua peristiwa peringatan Hari Bhakti TNI AU itu, yang pertama adalah keberhasilan Angkatan Udara Republik Indonesia dalam melakukan serangan udara terhadap kedudukan militer Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga.
Serangan udara ini merupakan serangan udara yang pertama kali dilakukan oleh Angkatan Udara Republik Indonesia. Sedangkan peristiwa kedua, lanjut KSAU, yang terjadi pada tanggal tersebut adalah tertembaknya pesawat Dakota VT-CLA yang mengakibatkan gugurnya para perintis Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yaitu Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara A. Adisutjipto dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wirjokusumo.
Dakota VT-CLA ditembak jatuh oleh P-40 Kittyhawk Belanda pada 29 Juli 1947 di Dusun Ngoto, Bantul, dekat Yogyakarta dalam perjalanan pulang dari Singapura membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya menuju Pangkalan Udara Maguwo.
"Untuk mengenang dan mengabadikan peristiwa gugurnya para tokoh dan perintis Angkatan Udara tersebut, sejak tanggal 29 Juli 1955 diperingati sebagai \'Hari Berkabung\' AURI. Mulai 29 Juli 1962 diubah menjadi Hari Bhakti TNI AU," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Baznas membuka Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026 untuk 300 mahasiswa. Pendaftaran 28 Oktober–9 November, dengan uang saku Rp1 juta per bulan.
Kim Jong Un meminta Korea Utara mempercepat pengembangan senjata nirawak berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan tempur dan modernisasi militer
Bulog Semarang memastikan stok beras 81.600 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.
Paguyuban Dukuh Sleman meminta siltap Rp2,9 juta per bulan dipertahankan dan menyampaikan dua usulan lain terkait pembangunan serta tunjangan purna tugas.
BPBD Bantul meminta FPRB di seluruh wilayah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pancaroba dan potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Menyambut libur akhir pekan Oktober 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) memastikan kebutuhan transaksi perbankan masyarakat di JJateng dan DIY