Modus Ganjal ATM Terbongkar, Dua Pelaku Ditangkap di Sleman
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
yang menjadi tanggung jawab BRG untuk restorasi lahan gambut. Sejumlah petugas berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT Fajar Baizury Desa Cot Mue, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Aceh, Kamis (4/7/2019). /Ist-Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan setidaknya sudah ada 3,29 juta hektare lahan gambut yang harus direstorasi perusahaan sudah terbasahi.
"Yang sudah dibasahkan, ya, bukan dipulihkan. Karena yang bisa kita lakukan baru membasahi," Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah, di Jakarta, Jumat (5/7/2019).
Menurut dia, pemantauan lahan gambut itu dilakukan lewat satelit dari Korea Selatan untuk melihat apakah lahan tersebut benar-benar dalam kondisi basah. Jadi, kata dia, lewat citra satelit itu terpantau kondisi lahan dengan total seluas 3,29 juta hektare di hutan tanaman industri (HTI) sudah terbasahi.
"Kalau dihitung luasan dan bisa kita buktikan kemarin waktu di Korsel. Sistem pemantauannya bukan hanya di darat, tetapi menggunakan bantuan satelit, kelihatan bener-bener basah apa tidak itu," katanya.
Untuk lahan gambut yang harus direstorasi perusahaan, kata dia, terkoreksi yang di HTI sekitar 43 persen sudah selesai. "Untuk 87 sudah punya dokumen pemulihan, ini kami ikutin terus. Lalu, kalau yang perkebunan 194 sudah selesai pemulihannya," katanya.
Tidak hanya dari perusahaan, Karliansyah mengatakan masyarakat juga berperan meresporasi lahan gambut dengan pembinaan KLHK yang kini sudah mencapai lebih dari 8.000 hektare.
"Belum lagi di masyarakat. Karena kami membina mereka, ada 8.000 lebih hektare. Badan Restorasi Gambut [BRG] juga punya," katanya.
Yang perlu diingat, kata dia, lahan gambut yang dibudidaya sekalipun wajib untuk dijaga muka airnya 0,4 meter agar tetap basah. "Ya, itu satu-satunya. Kita aman kalau gambutnya tetap basah. Cuma, sekarang ini kan berhadapan dengan musim kering. Jadi, waspada," kata Karliansyah.
Sebelumnya, BRG juga mengingatkan ada empat provinsi berstatus bahaya kebakaran lahan gambut dalam pekan ini yang diperoleh dari Sistem Pemantauan Air Lahan Gambut [Sipalaga]. "Sipalaga bisa dipantau secara \'realtime. Jadi, bisa menjadi peringatan dini\'," kata Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG Haris Gunawan.
Keempat provinsi itu, yakni Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, dari tujuh provinsi yang menjadi tanggung jawab BRG untuk restorasi lahan gambut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Rieke Diah Pitaloka mengusulkan tiga langkah memperkuat penerapan Pasal 3 UU Tipikor demi kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan publik.
PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian praperadilan Roy Suryo dan menyatakan penggeledahan, penangkapan, serta penahanannya tidak sah.
Banggar DPR memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB, lebih tinggi dari target APBN.
Sepekan TPA Banyuroto menolak sampah organik, DLH Kulonprogo masih menemukan warga yang belum memilah sampah dan membuangnya ke depo pasar.