Donald Trump Wajibkan Deposit Visa hingga Rp4,46 M untuk Imigran
Pemerintahan Donald Trump menyiapkan program deposit visa hingga Rp4,46 miliar bagi calon imigran tertentu sebagai bagian dari uji coba kebijakan imigrasi.
Mahfud MD ketika bertemu dengan Ma\'ruf Amin, Senin (10/9/2018) malam./Suara.com
Harianjogja.com, MALANG—Intoleransi dapat menjadi ancaman untuk mewujudkan Menuju Indonesa Emas 2045.
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan cita-cita Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju, adil dan beradab dalam rangka menyongsong Indonesia Emas di 2045 akan terwujud jika memenuhi sejumlah syarat, yakni ideologi bangsanya kokoh, ekonominya baik, hukum dan keadilan ditegakkan, politik yang demokratis, budaya gotong royong, serta mengedepankan persaudaraan.
“Indonesia Emas juga disokong oleh sejumlah indikator lain. Di antaranya pemanfaatan bonus demografi, bonus geografi, juga kesadaran hidup bernegara untuk terus bersatu,” katanya dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (9/4/2019).
Jika beberapa indikator ini terpelihara sampai 2045 atau Indonesia memasuki usianya 100 tahun, barulah Indonesia sudah bisa dikatakan emas.
Pertanyaannya, kata dia, Indonesia bisa sampai ke sana ataukah tidak? Dia mengingatkan agar semua pihak berhati-hati karena ada negara besar yang tidak sampai ke sana, seperti Uni Soviet. Negara tersebut tidak sampai usia 100 tahun. “Padahal pernah berjaya luar biasa. Pernah menjadi negara menakutkan dunia karena kehebatannya. Bubar hanya dalam kurun waktu 87 tahun,” ujarnya.
Dia menegaskan ada banyak ancaman untuk mewujudkan cita-cita tersebut di antaranya intoleransi. “Karena itulah, pertemuan-pertemuan seperti ini penting untuk mengingatkan bahwa ketika bangsa terpecah karena intoleransi dan tidak sadar pentingnya pluralisme, mungkin Indonesia tidak akan sampai Indonesia Emas 2045. “Itu akan mengakibatkan kita rugi,” ujarnya.
Karena itu, dia berharap masyarakat khususnya generasi milenial harus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum dan keadilan agar Indonesia Emas di 2045 dapat terwujud karena biasanya negara hancur dipicu hukum tidak ditegakkan dengan benar.
Intinya, ketika masyarakat diperlakukan tidak adil, pasti diakibatkan oleh praktik disorientasi dalam bernegara. Kalau disorientasi dibiarkan akan menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah.
“Pada tingkatan berikutnya akan terjadi disobedience atau pembangkangan,” kata Mahfud.
Jika pembangkangan ini terus dibiarkan, tidak segera ke orientasi awal, maka yang akan terjadi berikutnya disintegrasi. Disintegrasi ini akan terjadi jika suatu bangsa kemudian sudah tidak tahan karena rakyatnya tidak diperlakukan dengan adil.
“Inilah yang menyebabkan negara hancur. Untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045 kita harus bagi-bagi tugas,” tuturnya.
Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus menegaskan pendidikan menjadi faktor penentu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bonus demografi Indonesia pada 2030 menuju Indonesia Emas di 2045 adalah peluang untuk tumbuh dan berkembangnya Indonesia secara ekonomi.
Bila semua masyarakat milenial memiliki pendidikan yang baik, ke depan Indonesia punya peluang besar untuk memimpin ekonomi dunia. “Oleh karena itu, masyarakat milenial yang bakal meneruskan tampuk kehidupan saat Indonesia di masa keemasannya di usia seratus tahun, harus disipkan menjadi manusia-manusia terdidik. Karena orang berpendidikan akan memberi harapan nyata bagi sesamanya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintahan Donald Trump menyiapkan program deposit visa hingga Rp4,46 miliar bagi calon imigran tertentu sebagai bagian dari uji coba kebijakan imigrasi.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Bank Jateng tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana, tetapi juga sebagai Bank Pembangunan Daerah
PAN menilai usulan Pilkada tanpa wakil kepala daerah layak dikaji. Evaluasi sistem dinilai penting untuk memperkuat demokrasi dan pemerintahan daerah.
Investasi enam perusahaan tekstil hingga Agustus 2026 diproyeksikan membuka 9.000–9.800 lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri nasional.
BBWSSO menormalisasi Sungai Serang di Kulonprogo sepanjang Agustus 2026 untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga pasokan air irigasi.