5 Wartawan Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Ini Kondisi di Lapangan
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
Mahfud MD ketika bertemu dengan Ma\'ruf Amin, Senin (10/9/2018) malam./Suara.com
Harianjogja.com, MALANG—Intoleransi dapat menjadi ancaman untuk mewujudkan Menuju Indonesa Emas 2045.
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan cita-cita Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju, adil dan beradab dalam rangka menyongsong Indonesia Emas di 2045 akan terwujud jika memenuhi sejumlah syarat, yakni ideologi bangsanya kokoh, ekonominya baik, hukum dan keadilan ditegakkan, politik yang demokratis, budaya gotong royong, serta mengedepankan persaudaraan.
“Indonesia Emas juga disokong oleh sejumlah indikator lain. Di antaranya pemanfaatan bonus demografi, bonus geografi, juga kesadaran hidup bernegara untuk terus bersatu,” katanya dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (9/4/2019).
Jika beberapa indikator ini terpelihara sampai 2045 atau Indonesia memasuki usianya 100 tahun, barulah Indonesia sudah bisa dikatakan emas.
Pertanyaannya, kata dia, Indonesia bisa sampai ke sana ataukah tidak? Dia mengingatkan agar semua pihak berhati-hati karena ada negara besar yang tidak sampai ke sana, seperti Uni Soviet. Negara tersebut tidak sampai usia 100 tahun. “Padahal pernah berjaya luar biasa. Pernah menjadi negara menakutkan dunia karena kehebatannya. Bubar hanya dalam kurun waktu 87 tahun,” ujarnya.
Dia menegaskan ada banyak ancaman untuk mewujudkan cita-cita tersebut di antaranya intoleransi. “Karena itulah, pertemuan-pertemuan seperti ini penting untuk mengingatkan bahwa ketika bangsa terpecah karena intoleransi dan tidak sadar pentingnya pluralisme, mungkin Indonesia tidak akan sampai Indonesia Emas 2045. “Itu akan mengakibatkan kita rugi,” ujarnya.
Karena itu, dia berharap masyarakat khususnya generasi milenial harus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum dan keadilan agar Indonesia Emas di 2045 dapat terwujud karena biasanya negara hancur dipicu hukum tidak ditegakkan dengan benar.
Intinya, ketika masyarakat diperlakukan tidak adil, pasti diakibatkan oleh praktik disorientasi dalam bernegara. Kalau disorientasi dibiarkan akan menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah.
“Pada tingkatan berikutnya akan terjadi disobedience atau pembangkangan,” kata Mahfud.
Jika pembangkangan ini terus dibiarkan, tidak segera ke orientasi awal, maka yang akan terjadi berikutnya disintegrasi. Disintegrasi ini akan terjadi jika suatu bangsa kemudian sudah tidak tahan karena rakyatnya tidak diperlakukan dengan adil.
“Inilah yang menyebabkan negara hancur. Untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045 kita harus bagi-bagi tugas,” tuturnya.
Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus menegaskan pendidikan menjadi faktor penentu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bonus demografi Indonesia pada 2030 menuju Indonesia Emas di 2045 adalah peluang untuk tumbuh dan berkembangnya Indonesia secara ekonomi.
Bila semua masyarakat milenial memiliki pendidikan yang baik, ke depan Indonesia punya peluang besar untuk memimpin ekonomi dunia. “Oleh karena itu, masyarakat milenial yang bakal meneruskan tampuk kehidupan saat Indonesia di masa keemasannya di usia seratus tahun, harus disipkan menjadi manusia-manusia terdidik. Karena orang berpendidikan akan memberi harapan nyata bagi sesamanya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
Han So Hee ingin menikah sebelum usia 40 tahun dan memiliki anak. Ia bahkan siap vakum dari dunia hiburan demi mendampingi anak.
Ganfan Yingying, kreator konten makanan dengan 1,2 juta pengikut, meninggal di usia 24 tahun akibat kebiasaan memuntahkan makanan. Simak pesan terakhirnya!
Penjualan mobil Agustus 2026 tembus 81.756 unit secara wholesales dan 83.422 unit retail, menjadi rekor tertinggi tahun ini.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.