KPU Datangi Komunitas Waria. Untuk Apa?

Petugas sortir dan lipat surat suara menunjukan surat suara yang terdapat kerutan di surat suara Pilpres, di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa(19/2/2019). - Antara/Adeng Bustomi
28 Maret 2019 02:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak komunitas waria untuk menggunakan hak pilih pada 17 April 2019. Hal itu bertujuan agar tingkat partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilih di Pemilu 2019 tinggi. 

“Komunitas waria juga kami datangi,” kata Komisioner KPU DKI Jakarta Partono saat ditemui di kantornya, Rabu (27/3/2019).

Partono menerangkan, selain komunitas waria, kelompok masyarakat lainnya seperti komunitas wanita, organisasi masyarakat (ormas), pemilih pemula dan komunitas hobi juga mendapatkan sosialisasi Pemilu 2019 dari KPU DKI Jakarta.

Sosialisasi juga gencar dilakukan kepada masyarakat yang bukan berasal dari DKI Jakarta.

Ia menerangkan, informasi yang disebarkan KPU antara lain mencakup cara pemilih mengetahui sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum, cara mendaftarkan isian pindah domisili memilih dan cara untuk melakukan pencoblosan.

Hingga saat ini terdapat 29.010 tempat pemungutan suara (TPS) yang terdaftar di KPU DKI Jakarta. Sebanyak 53 TPS di antaranya merupakan hasil dari penambahan daftar pemilih tambahan (DPTb).

Pemilih yang terdaftar di DPT DKI Jakarta, kata dia, berjumlah 7.770.416. Pemilih wanita lebih banyak dibandingkan pemilih pria, jumlah pemilih wanita yang terdaftar sebanyak 3.891.990 sedangkan untuk pemilih pria berjumlah 3.878.426.

Sedangkan untuk pemilih yang terdaftar dalam DPTb DKI Jakarta berjumlah 68.421 jiwa, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan merupakan daerah yang menampung paling banyak pemilih yang berasal dari luar domisili.

Sumber : suara.com/antara