Dry Ice vs Garam, Ini Perbedaan Metode OMC Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar
Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.
Harianjogja.com, TEHERAN—Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menepis klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut 32.000 warga sipil tewas selama aksi protes di Iran. Araghchi menegaskan Iran telah merilis data resmi dan meminta bukti atas angka yang diklaim jauh lebih tinggi tersebut.
Menurut Araghchi, pemerintah Iran telah secara transparan mempublikasikan daftar resmi korban, yang mencakup 3.117 orang, termasuk sekitar 200 personel keamanan, dalam apa yang disebutnya sebagai “operasi teroris baru-baru ini.”
“Jika ada yang meragukan akurasi data kami, silakan tunjukkan bukti apa pun,” ujar Araghchi melalui platform X, Sabtu (21/2/2026).
Klaim Trump dan Reaksi Iran
Sebelumnya, pada Jumat, Trump menyatakan bahwa 32.000 orang tewas di Iran dalam “periode waktu yang relatif singkat.” Ia menambahkan, “Rakyat Iran sangat berbeda dengan para pemimpin Iran, dan ini situasi yang sangat, sangat, sangat menyedihkan.”
Perselisihan mengenai jumlah korban ini memperkeruh ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Trump juga mengaku sedang mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran untuk mendorong kesepakatan nuklir, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Perundingan Nuklir dan Ketegangan Kawasan
Awal bulan ini, Iran dan AS melanjutkan perundingan nuklir di Muscat, Oman, yang kemudian diikuti putaran lain di Jenewa pada Selasa, juga dimediasi Oman.
Upaya diplomasi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, yang diperparah oleh pengerahan besar-besaran militer AS di Teluk Persia dan latihan perang Iran.
Dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington pada Kamis, Trump memperingatkan bahwa AS bisa mengambil opsi militer terhadap Iran “dalam 10 hingga 15 hari” jika perundingan nuklir gagal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar
Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi bisa muncul beberapa bulan setelah lahir. Kenali tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya skrining.
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital pada akhir 2026. Pendaftaran bukan jaminan otomatis menerima bansos.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Jogja mulai diguyur hujan pada 24 Oktober 2026. BMKG menyebut hujan dipengaruhi faktor lokal dan mengingatkan potensi cuaca ekstrem.
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.