Advertisement
BMKG Ingatkan Warga Sumatera Utara Waspadai Banjir dan Longsor
Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG. - ist - BMKG
Advertisement
Harianjogja.com, MEDAN — BMKG mengingatkan masyarakat di Sumatera Utara agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat hujan yang terjadi di wilayah pegunungan dan pesisir barat, Minggu (22/2/2026).
Prakirawan BMKG Wilayah I, Talin, mengatakan, “Waspadai hujan dengan intensitas sedang di pegunungan dan pesisir barat Sumatera Utara yang dapat memicu banjir dan longsor.”
Advertisement
Secara umum, cuaca Minggu pagi diperkirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa daerah, antara lain Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal.
Siang hari cuaca tetap cerah berawan dan potensi hujan ringan meliputi Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.
BACA JUGA
Pada malam hari, sebagian wilayah diprediksi cerah berawan disertai hujan ringan, termasuk Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.
Suhu udara rata-rata berkisar 13–32°C, kelembaban 74–100 persen, dan angin berhembus dari barat ke barat daya dengan kecepatan 4–14 km/jam.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny Puteri, menyebutkan adanya potensi gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, serta Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
Pola angin di wilayah utara Indonesia bergerak dari timur laut ke timur dengan kecepatan 6–30 knot, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan yang sama.
BMKG meminta nelayan perahu kecil waspada jika angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang diimbau meningkatkan kewaspadaan jika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Menteri HAM: Menolak Program MBG Bertentangan dengan HAM
- Bandar Narkoba Koko Erwin Jadi Tersangka Suap ke Eks Kapolres Bima
- Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
- Istri AKBP Didik, Miranti Afriana Positif Narkoba
- Eks Kapolres Bima Kota Dipecat usai Terbukti Terlibat Kasus Narkoba
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- PLN Salurkan Bingkisan Ramadan untuk 50 Ojol di Jogja
- Ahli Administrasi Negara Dihadirkan di Sidang Korupsi Hibah Sleman
- Tak Hanya untuk Pencernaan, Serat Bantu Atur Nafsu Makan
- Bantul Siapkan Skema untuk Warga Kurang Mampu Jadi Anggota KDMP
- DPRD Kulonprogo Minta BPJS PBI Dinonaktifkan Tetap Terlayani
- Guru SLB di Jogja Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Siswi Difabel
- Jateng Optimistis Produksi Padi Naik pada Awal 2026
Advertisement
Advertisement







