Hercules Divonis 8 Bulan Penjara

ILUSTRASI - Hercules mengikuti tax amnesty di Jakarta, Senin (3/10/2016). - Dok Dirjen Pajak
27 Maret 2019 18:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Hercules Rosario Marshal delapan bulan penjara, atas kasus pendudukan lahan. Hakim menilai, Hercules terbukti melakukan tindak pidana tersebut.

"Menjatuhkan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi masa tahanan," kata Hakim Ketua Rustiono di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/3/2019).

Putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim ini diketahui jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Pentuntut Umum yang menuntut Hercules dengan pidana penjara tiga tahun dipotong masa penahanan.

Hakim Rustiono dalam amat putusannya menyebut bahwa Hercules telah terbukti bersalah lantaran memasuki lahan orang lain. "Menyatakan terbukti secara dan sah meyakinkan turut serta masuk pekarangan orang lain," tutur Hakim.

Mengenai ketukan palu Hakim tersebut, pihak Hercules dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Mendengar putusan ini, para pendukung Hercules yang ada dalam ruang sidang teriak kegirangan. Mereka bersyukur atas putusan itu.

Hercules sendiri terlibat dalam kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dia ditangkap pada 21 November di kediamannya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia terancam jeratan Pasal 170 KUHP tentang perusakan barang atau orang, dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Selain Hercules, beberapa anak buah Hercules selaku eksekutor, dan HM atau Handi Musawan sebagai pemberi kuasa kepada Hercules turut menjadi tersangka atas aksi premanisme pendudukan lahan.

Sumber : Okezone.com