Advertisement
BNPB Dorong Program Hujan Buatan untuk Hadapi El-Nino
Senin, 04 Maret 2019 - 19:37 WIB
Sunartono
Hujan buatan - Antara/Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, PEKANBARU -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong program dari teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan buatan guna menghadapi musim kering akibat badai El Nino,
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengatakan saat ini pihaknya fokus di kegiatan TMC, sebagai salah satu persiapan menghadapi El Nino. "TMC ini harus dikembangkan terus, kita harus bersiap karena El Nino akan menjelang," katanya saat di Pekanbaru Senin (4/3/2019).
Menurut Doni, TMC ini terus dikembangkan oleh BPPT, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi karlahut di berbagai daerah, termasuk Provinsi Riau. Dengan langkah ini, pihaknya meyakini kesiapan setiap daerah dalam menghadapi musim kemarau, sehingga ikut membantu pemerintah pusat menghemat anggaran bila harus melakukan pemadaman api karlahut.
Untuk kebakaran di Riau misalnya, saat ini BNPB sedang fokus ke daerah Pelalawan dan Kepulauan Meranti, setelah sebelumnya di Bengkalis yang masuk dalam tahap pendinginan dan kualitas udaranya sudah membaik.
Adapun di Riau saat ini tim BPPT sudah melakukan modifikasi cuaca dengan menyemai sebanyak lima ton garam di Bengkalis dan Dumai. Total garam yang disiapkan di posko karlahut Riau mencapai 17 ton.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Satlantas Gunungkidul Petakan 3 Jalur Balap Liar di Kota Wonosari
Gunungkidul
| Selasa, 10 Februari 2026, 21:37 WIB
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB
Advertisement
Berita Populer
- Padat Berisiko! Satu Gerbong KRL Angkut 300 Penumpang Saat Jam Sibuk
- Obat Palsu Ancam Nyawa, BPOM Perketat Pengawasan Usai Peringatan WHO
- BPJS Kesehatan Disiapkan Suntikan Rp20 Triliun dari APBN
- 32 Kasus Tukar Guling Tanah Kalurahan-Kasultanan di Sleman Rampung
- BWF Ubah Wajah World Tour 20272030, Jumlah Turnamen Jadi 36 Ajang
- Kapal Pengungsi Karam di Libya Barat, 53 Orang Tewas dan Hilang
- Energi Rusia Picu Konflik, Hungaria Sebut Ukraina Ancaman
Advertisement
Advertisement



