Advertisement
Gelombang Dingin Ekstrem Tewaskan Puluhan Orang di Polandia
Cuaca ekstrem - ilustrasi - freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Musim dingin ekstrem yang melanda Polandia sejak beberapa bulan terakhir telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 50 orang dilaporkan meninggal dunia akibat paparan suhu udara yang sangat rendah.
Wakil Menteri Dalam Negeri dan Administrasi Polandia, Wieslaw Szczepanski, mengungkapkan bahwa jumlah korban terus bertambah seiring mencapai puncak gelombang embun beku.
Advertisement
“Gelombang dingin yang sangat parah kini berada di fase puncak. Kami kembali menerima laporan korban meninggal. Hingga saat ini, terdapat 54 kematian dan 36 kasus hipotermia yang tercatat,” ujar Szczepanski kepada wartawan.
Menurutnya, kelompok paling rentan terhadap cuaca ekstrem tersebut adalah warga yang bertahan hidup di bangunan kosong atau tidak layak huni. Kondisi tersebut memperbesar risiko kematian akibat paparan suhu rendah dalam waktu lama.
BACA JUGA
“Kami kembali mengingatkan masyarakat yang tinggal di bangunan terbengkalai agar segera mencari tempat yang lebih hangat dan aman,” katanya.
Szczepanski juga memperingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem belum mereda. Ia menyebut malam yang akan datang diperkirakan menjadi malam terdingin di Polandia sejak awal musim dingin tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







