Viral Polisi Gerebek Ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar, Kapolda Jateng Buka Suara
Polda Jateng menggeledah dua lokasi yang mengatasnamakan ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar terkait kasus pembakaran warung.
Presiden RI Joko Widodo menunjukkan buku yang memuat sejarah perkembangan gedung madrasah saat hadir dan berpidato dalam acara resepsi milad 1 abad Madrasah Mu\'allimin-Mu\'allimat Muhammadiyah di Jalan Letjen S. Parman, Jogja, Kamis (6/12/2018). Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Jogja juga bersilaturahmi dengan Sri Sultan HB X di Kraton Jogja./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com JAKARTA- Presiden Jokowi mengklaim ada 9 juta orang yang masih percaya isu PKI yang dilekatkan kepada dirinya.
Jokowi mengaku syok lantaran masyarakat masih banyak yang termakan isu dirinya merupakan kader Partai Komunis Indonesia. Bahkan, totalnya yang masih percaya isu PKI itu terbilang besar.
Berdasarkan hasil survei, kata Jokowi, sebanyak 9 juta orang masih mempercayai dirinya merupakan keturunan organisasi berpaham marxis tersebut.
"Kalau kita blak-blakan seperti ini. Saya jawab ini, kenapa saya jawab karena di survei 9 juta orang percaya itu. Waduh saya kaget juga, jadi saya jawab juga empat tahun saya diam saja, ini saya jawab, 9 juta percaya," ujar Jokowi saat berpidato di acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).
Dalam acara tersebut, Jokowi juga menampilkan sebuah foto yang memperlihatkan pria mirip dirinya yang berdiri di dekat mimbar saat Ketua PKI DN Aidit berpidato pada Pemilu 1955. Jokowi mengaku heran foto editan mirip dirinya itu berada di dekat mimbar saat Aidit berpidato. Sebab pada tahun tersebut, dirinya belum lahir.
"Apalagi di medsos ada gambar ini. Nah ini namanya DN Aidit Ketua PKI, dia pidato saat pemilu 1955 pidatonya, lah kok. Coba rekayasa-rekayasa seperti ini saya harus ngomong kalau enggak nanti percaya. Lahir saja belum sudah dipasang. Saya lahir 1961, pidato [DN Aidit] 1955, saya lihat di HP saya lah kok wajahnya persis saya, saya lihat-lihat bener wajah saya," kata dia.
Terkait isu tersebut, capres petahana itu mengimbau seharusnya media sosial digunakan untuk hal yang bermanfaat, bukan digunakan untuk menyebar hoaks. Ia pun berharap cara-cara politik tersebut segera diakhiri.
"Inilah namanya medsos harusnya bermanfaat, kita mendapatkan informasi yang baik, kita dapat informasi yang mencerahkan tapi kalau yang muncul seperti tadi itu bukan etika Indonesia, bukan tata krama Indonesia, cara-cara politik seperti itu bukan cara yang beretika. Saya rasa cara-cara seperti itu harus kita akhiri , kita sudahi," ucap Jokowi.
"Kita harus masuk ke sebuah pikiran yang kita mulai berpikir bagaimana bersaing dengan negara lain. Kita mulai berpikir bagimana berkompetensi dengan negara lain, karena kita punya kompetensi besar mempunyai kekuatan besar untuk bisa bersaing itu," sambungnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polda Jateng menggeledah dua lokasi yang mengatasnamakan ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar terkait kasus pembakaran warung.
DPRD Kota Jogja mengalokasikan Rp1 miliar-Rp1,5 miliar untuk integrated farming di Bener yang terintegrasi dengan pengolahan sampah organik.
El Nino memperpanjang kemarau dan memicu kenaikan harga cabai merah di DIY. Simak harga terbaru dan prediksi panen November 2026.
Sebanyak 33 negara mengimbau warganya menyiapkan stok makanan, air, obat-obatan, dan perlengkapan darurat untuk kebutuhan 72 jam.
Ferrari 550 Maranello 1997 bekas Michael Jordan terjual Rp48,9 miliar. Harga lelangnya jauh melampaui estimasi awal sebelum penjualan.
Polda DIY melarang seluruh personel Polri dan PNPP menggunakan vape sejak 30 Oktober 2026 untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkotika.