Advertisement
BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Ilustrasi cuaca buruk. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, CILACAP— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menaikkan status kewaspadaan cuaca di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah menjadi siaga hujan lebat pada Dasarian III Januari 2026. Penetapan tersebut menyusul potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan mencapai 200–300 milimeter per dasarian.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan status siaga merupakan level tertinggi dalam skema Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang harus diantisipasi secara serius oleh seluruh pihak.
Advertisement
“Status siaga tersebut merupakan peringatan dini tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi bersama,” ujar Teguh di Cilacap, Rabu.
Menurut Teguh, wilayah yang masuk dalam kategori siaga pada periode 21–31 Januari 2026 meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, serta Kota Pekalongan.
BACA JUGA
Selain status siaga, BMKG juga menetapkan status waspada di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dengan potensi curah hujan berkisar 150–200 milimeter per dasarian.
Wilayah yang berstatus waspada tersebut mencakup Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, serta Kabupaten Wonogiri.
“Status waspada juga berlaku untuk Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Salatiga, serta Kota Surakarta,” katanya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak hujan lebat, seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,” ujar Teguh.
BMKG, lanjutnya, akan terus memantau dinamika atmosfer dan secara berkala memperbarui informasi peringatan dini sesuai perkembangan kondisi cuaca terbaru di wilayah Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







