Terdampak Gempa dan Banjir, 5 Desa di Kulawi Rusak Berat

Warga pengungsi korban gempa tsunami tidur di tenda pengungsian di Taman Gor, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
25 Oktober 2018 15:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PALU-Sebanyak lima desa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah rusak berat terdampak gempa pada Jumat, 28 September 2018 petang.

"Iya, ada beberapa desa yang rusak berat karena gempa dan banjir," kata korban gempa Desa Laone, Kecamatan Kulawi, Nujum, di Palu, Kamis (25/10/2018), terkait kondisi Kulawi pascagempa dan banjir.

Desa-desa di Kulawi yang rusak berat antara lain yaitu Desa Boladangko, Tangkulowi, Desa Namo, Salua dan Desa Bolapapu Ibu Kota Kecamatan Kulawi.

Infastruktur seperti jalan, drainase, sanitasi, air bersih, rusak berat termasuk jaringan instalasi listrik di lima desa tersebut.

Akibatnya, hingga saat ini Kecamatan Kulawi masih gelap belum dapat dialiri listrik karena sebagian jaringan menuju dan di wilayah itu rusak.

Sekalipun demikian aktivitas warga saat ini di Kulawi perlahan-lahan mulai normal, namun tetap waspada.

Pascagempa 7,4 Skala Richter pada 28 September, warga hingga saat ini masih dibayang-bayangi gempa susulan.

Akan tetapi sebagian warga di Kecamatan Kulawi mulai bertani pascagempa melanda wilayah itu.

"Aktivitas warga secara perlahan-lahan suda mulai normal. Ada sebagian petani yang suda mulai kembali bertani, ada pergi ke kebun dan sebagainya," ucap Camat Kulawi Rolly Bagalatu terkait kondisi dan situasi terakhir korban gempa Kulawi.

Ia menjelaskan kondisi dan situasi Kulawi saat ini mulai membaik pascagempa. Hal itu ditandai dengan adanya aktivitas warga serta pelayanan badan publik pemerintah.

Namun, ia tidak memungkiri bahwa banyak warganya yang sampai saat ini trauma, dan belum beraktivitas seperti biasa seperti sebelum gempa mengguncang.

Hingga saat ini, sebagian warga telah meninggalkan lokasi pengungsian lebih memilih untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, mereka yang kembali belum berani tidur dan beraktivitas berlama-lama di dalam rumah.

Warga yang telah kembali, urai dia, membangun tenda di pekarangan atau di halaman rumah sebagai tempat istirahat pada malam atau siang hari.

"Sebagian warga masih di lokasi pengungsian, masih tidur di bawah tenda-tenda pengungsian dengan bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak," katanya.

Saat gempa mengguncang, sebut dia, banyak rumah-rumah warga yang roboh, rusak berat serta rusak ringan (retak-retak).

Selain rumah, infastruktur dan sarana pendidikan seperti sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah atas rusak total, dan rusak berat.

Beberapa desa di Kulawi yang diterjang banjir saat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sigi, Palu dan Donggala pascagempa, likuifaksi dan tsunami.

Sumber : Antara