Advertisement
Jokowi Ingatkan Tim Kampanye Jangan Lakukan Politik Kebohongan
Jokowi kemudian memakai kemeja dengan tulisan yang sama namun dengan desain yang berbeda pada Minggu (12/8/2018) pagi ketika dirinya datang ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan keikutsertaan Pemilihan Presiden 2019. - Bisnis/Yodie Hardiyan
Advertisement
Harianjogja.com, BOGOR- Calon Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam konsolidasi Tim Kampanye Nasional (TKN). Ia berpesan pada seluruh anggota tim kampanyenya untuk tidak melakukan politik kebohongan dan mengedepankan adu gagasan, demi mencerdaskan masyarakat.
"Jangan sampai jubir maupun influencer tim kita melakukan politik kebohongan, jangan! Saya mau memastikan satu per satu, jangan, jangan, jangan," kata Jokowi usai memberikan arahan dalam konsolidasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'arif di Hotel Santika, Bogor, Senin (22/10/2018) malam.
Advertisement
Jokowi mengumpulkan seluruh juru bicara dan influencer TKN Jokowi-Ma'arif di Hotel Santika Bogor untuk memastikan tidak ada dari timnya melakukan politik kebohongan.
"Ini saja yang saya ulang-ulang," katanya.
BACA JUGA
Menurut Jokowi pihaknya ingin mencerdaskan masyarakat, membawa kematangan dan mendewasakan masyarakat dalam berpolitikan.
"Itu harus dimulai, seperti saya sampaikan adu gagasan, adu ide, adu prestasi, rekam jejak, masyarakat terus mulai kita bawa ke arah itu, jangan perpolitikan kita dibanjiri oleh politik kebohongan," kata Jokowi.
Konsolidasi TKN Jokowi-Ma'arif dihadiri sejumlah partai politik penduduknya, tampak hadir Ketua Tim Pemenangan Erick Thohir, Sekjen partai politik pendukung, Deddy Mizwar, Asian Napitupulu, Budiman Sudjatmiko, Nurul Arifin, Hengki Kurniawan, Sony Tulung, dan lainnya.
Sebelumnya Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko yang juga bagian dari TKN Jokowi-Ma'arif saat ditemui sebelum kegiatan konsolidasi menyebutkan kebohongan politik (hoaks) menjadi fokus utamanya untuk disampaikan dalam pertemuan malam ini.
"Politik kebohongan harus dilawan, saya banyak mengkaji soal politik hoaks, soal politik kebohongan yang banyak dipraktekkan dibeberapa negara," kata Budiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan 50 Ribu Tiket Gratis
- Parkir Stasiun Lempuyangan Dinilai Cukup, KAI Dorong Penertiban Liar
- Tradisi Bukber Masih Menguat di Tengah Gaya Hidup Modern
- Arisan Bodong Diduga Rugikan Lansia Solo hingga Rp1,1 Miliar
- Tewas di Sumur Tua, Polisi Dalami Aktivitas Terakhir Remaja Ponorogo
- Puncak Musim Hujan DIY Bertahan hingga Maret, BPBD Tetap Siaga
- KPK Sita Uang 50.000 Dolar AS dari Penggeledahan Ketua PN Depok
Advertisement
Advertisement




