DPR Hormati Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Kemunculan kobra Jawa di Ponorogo bikin warga resah. BPBD lakukan penyisiran setelah lima anakan ditemukan di perumahan. /Espos.
Harianjogja.com, PONOROGO—Kemunculan anakan ular kobra Jawa (Naja sputatrix) di sebuah kompleks perumahan Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memicu keresahan warga dalam beberapa hari terakhir. Ular berbisa yang meski baru menetas tetap berbahaya itu ditemukan berkeliaran di sekitar rumah, sehingga meningkatkan risiko bagi anak-anak maupun penghuni yang beraktivitas di luar rumah.
Sedikitnya lima ekor anakan kobra Jawa telah berhasil diamankan warga menggunakan peralatan seadanya. Namun, warga meyakini masih ada ular lain yang belum tertangkap dan berpotensi bersembunyi di lingkungan perumahan.
Salah satu warga, Muhammad Pradipta, menuturkan kekhawatiran semakin meningkat karena kompleks perumahan tersebut dikelilingi pagar beton. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa ular-ular tersebut sulit keluar dari area tersebut dan masih berada di sekitar permukiman.
“Ada juga yang terekam CCTV, panjangnya sekitar 1,5 meter tapi belum tertangkap. Ini masih dicari. Sementara sudah menangkap lima ekor, tapi semuanya masih anakan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan ular sepanjang kurang lebih 1,5 meter tersebut diduga kuat merupakan indukan dari anakan kobra yang sebelumnya ditemukan warga. Dugaan ini diperkuat dengan kemunculan anakan dalam jumlah lebih dari satu ekor dalam waktu berdekatan.
Warga menduga faktor musim hujan menjadi pemicu kemunculan ular kobra Jawa di kawasan tersebut. Selain menjadi periode berkembang biak, musim penghujan juga kerap mendorong ular mencari tempat yang lebih hangat dan aman, termasuk area permukiman.
Guna mencegah potensi korban akibat gigitan ular berbisa, warga segera melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo agar dilakukan penyisiran serta evakuasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Ponorogo langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular kobra Jawa.
Salah satu petugas BPBD, Gemilang Aditya, mengungkapkan proses pencarian masih berlangsung. Dalam penyisiran lanjutan, petugas kembali menemukan satu anakan kobra yang bersembunyi di area rerumputan kompleks perumahan.
“Kendalanya, tanaman di perumahan ini cukup rimbun sehingga ular sulit terlihat. Kobra Jawa juga termasuk jenis ular yang lincah,” ungkapnya.
Hingga kini, petugas bersama warga terus mengintensifkan pencarian di sejumlah titik yang dianggap rawan guna memastikan indukan kobra Jawa dapat segera ditemukan dan dievakuasi, sekaligus meminimalkan risiko bagi penghuni perumahan yang masih beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.