Helikopter Super Puma BNPB Diduga Jatuh Saat Misi Karhutla di Barito

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 13:17 WIB
Helikopter Super Puma BNPB Diduga Jatuh Saat Misi Karhutla di Barito

Helikopter diduga jenis Super Puma dilaporkan jatuh saat misi pemadaman karhutla di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). ANTARA/HO-Group SAR Banjarmasin\r\n

Harianjogja.com, BANJARMASIN—Helikopter jenis Super Puma milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diduga jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) siang. Insiden tersebut dilaporkan terjadi ketika helikopter menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Informasi sementara yang dihimpun melalui grup komunikasi kedaruratan dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin menyebutkan helikopter mengalami kecelakaan saat bermanuver mengambil air dari Sungai Barito untuk keperluan pemadaman.

Berdasarkan data identitas pesawat yang diterima, helikopter tersebut diduga merupakan Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225. Pesawat itu tercatat memiliki nomor registrasi VH-HGM dan nomor seri 2878.

Helikopter Diduga Kehilangan Kendali Saat Ambil Air

Berdasarkan video amatir yang diterima, helikopter terlihat mendekati permukaan sungai sebelum kehilangan kendali dan jatuh ke air. Sejumlah warga setempat kemudian terlihat mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan kepada awak helikopter.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari petugas terkait mengenai kronologi kecelakaan maupun kondisi awak helikopter. Pihak terkait masih menghimpun informasi dan melakukan konfirmasi atas kejadian tersebut.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. Saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Minggu, dia menyampaikan sedang menuju lokasi kejadian bersama personel SAR.

"Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi, saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi," katanya.

Sebelumnya, Helikopter MI-17V5 Jatuh Saat Misi Karhutla

Sebelumnya, kecelakaan helikopter juga terjadi saat misi pemadaman karhutla di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Helikopter jenis MI-17V5 dilaporkan jatuh ketika menjalankan operasi tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, menjelaskan helikopter MI-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB. Pesawat kemudian menuju Telaga Pulang untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk keperluan water bombing atau penyiraman air dari udara. Peristiwa itu dilaporkan berlangsung sekitar pukul 11.18 WIB di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Informasi mengenai dugaan jatuhnya Super Puma di Sungai Barito masih bersifat sementara. Kondisi awak dan kronologi lengkap kejadian tersebut masih menunggu keterangan resmi dari petugas di lapangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online