34 Negara Siapkan Stok Makanan Darurat, Ada yang Sampai 10 Hari

Jumali
Jumali Jum'at, 06 November 2026 10:07 WIB
34 Negara Siapkan Stok Makanan Darurat, Ada yang Sampai 10 Hari

Ilustrasi stok makanan dan minuman/Magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat di berbagai negara mulai didorong untuk memiliki persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan penting guna menghadapi situasi darurat. Rekomendasi tersebut berbeda-beda, mulai dari kebutuhan selama 72 jam hingga persediaan yang cukup untuk 10 hari, bergantung pada kebijakan dan tingkat kesiapsiagaan masing-masing negara.

Sedikitnya 34 negara dalam daftar yang beredar telah memiliki imbauan atau pedoman terkait persediaan darurat rumah tangga. Uni Eropa juga mengeluarkan strategi kesiapsiagaan tersendiri untuk menghadapi berbagai kemungkinan krisis. Ancaman yang menjadi perhatian meliputi konflik bersenjata, cuaca ekstrem, bencana alam, gangguan infrastruktur, hingga serangan siber.

Mengutip Newsweek, The Nation, dan Anadolu Agency, Jumat (6/11/2026), langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi keadaan yang dapat mengganggu layanan publik maupun distribusi kebutuhan pokok. Meski memiliki tujuan serupa, setiap negara tidak menerapkan batas waktu persediaan yang sama.

Di Asia Tenggara, Thailand turut mengingatkan masyarakat agar memiliki perlengkapan darurat yang dapat digunakan selama tiga hari pertama setelah bencana. Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand mendorong setiap rumah tangga menyiapkan tas darurat atau emergency bag yang berisi kebutuhan dasar.

Direktur Jenderal DDPM Thailand Nirat Pongsitthaworn menjelaskan tas tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan, tidak terbatas pada konflik internasional.

"Tas darurat dapat berguna saat terjadi banjir bandang, gempa bumi, wabah penyakit, hingga kerusuhan dan sabotase," papar Direktur Jenderal DDPM Thailand Nirat Pongsitthaworn.

Imbauan Thailand ini perlu dibedakan dari kebijakan sejumlah negara yang secara khusus mendorong masyarakat menyiapkan persediaan menghadapi potensi gangguan akibat konflik internasional. DDPM menjelaskan bahwa tas darurat 72 jam merupakan langkah kesiapsiagaan bencana secara umum, bukan sinyal bahwa perang akan segera terjadi. Pemerintah Thailand juga meminta masyarakat tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

Uni Eropa hingga negara Nordik perkuat kesiapsiagaan

Dorongan mempersiapkan perlengkapan darurat juga datang dari Komisi Eropa. Lembaga tersebut mengembangkan langkah kesiapsiagaan publik melalui rekomendasi penyediaan tas perlengkapan keselamatan darurat atau grab bags. Materi mengenai kesiapsiagaan juga didorong masuk ke lingkungan pendidikan, termasuk sekolah dasar.

Komisaris Manajemen Krisis Eropa Hadja Lahbib menyebut pedoman tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melindungi diri ketika menghadapi keadaan darurat.

"Pedoman ini berupaya membekali individu dengan pengetahuan dan alat untuk melindungi diri selama keadaan darurat," tegas Komisaris Manajemen Krisis Eropa Hadja Lahbib.

Dari sisi durasi, persediaan untuk tiga hari pertama menjadi salah satu standar yang banyak digunakan. Namun, beberapa negara Eropa meminta masyarakat menyiapkan kebutuhan lebih lama agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar ketika bantuan pemerintah atau distribusi logistik mengalami hambatan.

Swedia dan Norwegia menyarankan masyarakat memiliki persediaan yang cukup untuk sekitar satu minggu. Sementara itu, Jerman merekomendasikan stok kebutuhan darurat hingga 10 hari. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pedoman kesiapsiagaan tidak diterapkan dengan batas waktu seragam.

Pemerintah wilayah Normandia di Prancis juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu keadaan darurat terjadi untuk mulai mempersiapkan kebutuhan rumah tangga. Melalui media sosial, pemerintah setempat mendorong warga melakukan persiapan sejak dini.

Perdana Menteri Inggris ungkap persediaan makanan di rumah

Kampanye kesiapsiagaan di Inggris turut mendapat perhatian setelah Perdana Menteri Andy Burnham menceritakan jenis makanan yang disimpan di rumahnya. Ia menyebut kacang-kacangan dan sup sebagai sejumlah bahan makanan yang menurutnya dapat disiapkan masyarakat untuk menghadapi keadaan darurat.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada santai ketika membicarakan kebutuhan pokok yang sebaiknya tersedia di rumah.

"Saya memang suka kacang-kacangan, jadi saya punya banyak kacang-kacangan di lemari, dan sup, makanan itulah yang saya rekomendasikan," ucap Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.

Sementara itu, di Amerika Serikat (AS), perhatian terhadap kesiapsiagaan juga mencakup kemampuan fasilitas militer menghadapi gangguan pasokan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut pangkalan militer AS harus mampu beroperasi secara mandiri setidaknya selama tiga bulan.

Kemampuan tersebut diperlukan apabila jalur pasokan dari luar mengalami gangguan akibat konflik sehingga kebutuhan operasional militer tidak dapat dipenuhi seperti biasanya.

Mantan Wakil Direktur FBI Dan Bongino juga menyoroti pentingnya persiapan masyarakat untuk mengurangi risiko kepanikan ketika situasi darurat terjadi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan persediaan makanan, tetapi juga menyiapkan perlengkapan pendukung komunikasi dan keselamatan.

"Siapkan radio darurat dan baterai, sediakan juga persediaan makanan darurat serta tablet pemurni air," pungkas Bongino.

Daftar negara yang memiliki imbauan persediaan darurat

Berikut daftar 34 negara yang tercantum dalam materi pemberitaan, ditambah Uni Eropa sebagai organisasi kawasan yang memiliki pedoman kesiapsiagaan tersendiri.

Eropa:

  1. Inggris Raya

  2. Irlandia

  3. Prancis

  4. Jerman

  5. Belanda

  6. Denmark

  7. Norwegia

  8. Swedia

  9. Finlandia

  10. Estonia

  11. Latvia

  12. Lituania

  13. Polandia

  14. Republik Ceko

  15. Austria

  16. Swiss

  17. Kroasia

  18. Uni Eropa (organisasi kawasan, bukan negara)

Amerika Utara:
19. Amerika Serikat (AS)
20. Kanada
21. Meksiko

Amerika Selatan:
22. Chili
23. Kolombia
24. Argentina
25. Brasil

Afrika:
26. Afrika Selatan

Asia:
27. Jepang
28. Taiwan
29. Israel
30. India
31. Filipina
32. Singapura
33. Thailand

Oseania:
34. Selandia Baru
35. Australia

Perbedaan durasi persediaan dan bentuk imbauan tersebut memperlihatkan bahwa setiap pemerintah memiliki pendekatan sendiri dalam menghadapi risiko darurat. Bagi masyarakat, persiapan makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, radio, baterai, dan perlengkapan pemurni air menjadi beberapa kebutuhan yang disebut dalam berbagai pedoman kesiapsiagaan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online