Antisipasi Banjir Rob saat Nataru, Pemerintah Benahi Jalan Nasional Semarang-Demak
Kementerian PU meninggikan jalan Semarang-Demak dan membangun infrastruktur pengendali banjir untuk mengantisipasi rob jelang Nataru 2026/2027.
Kondisi Jalan Pantura Demak-Semarang, di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengalami banjir rob hampir setiap saat, sehingga mengganggu akses jalan pantura. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi banjir rob di jalur nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa ruas Semarang-Demak menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meninggikan badan jalan agar jalur utama tersebut tetap dapat dilalui kendaraan meski berpotensi terdampak genangan air laut. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik di sejumlah titik strategis rampung sebelum puncak mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keandalan infrastruktur konektivitas di jalur Pantura menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, jalur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian regional, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat.
“Kementerian PU terus melakukan penanganan dan peningkatan kualitas jalan nasional, terutama pada jalur strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/11/2026).
Salah satu pekerjaan utama dilakukan pada ruas Kaligawe arah Demak. Kementerian PU melakukan peninggian badan jalan setinggi 1 meter dengan total panjang penanganan mencapai 1,12 kilometer.
Proyek tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada 15 Desember 2026. Penyelesaian sebelum periode Nataru diharapkan membantu menjaga kelancaran perjalanan kendaraan yang melintasi jalur Semarang-Demak.
Penataan infrastruktur juga dilakukan pada ruas Simpang 3 Trengguli hingga batas Kabupaten Demak/Kudus sepanjang 2,50 kilometer.
Pekerjaan di ruas tersebut meliputi penghamparan perkerasan, pengecoran beton, hingga pelebaran bahu jalan. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dalam menampung lonjakan volume kendaraan.
Pemerintah optimistis percepatan pekerjaan dapat berjalan tanpa memicu kemacetan parah di sepanjang Pantura. Koordinasi dengan aparat kepolisian lalu lintas setempat terus dilakukan untuk mengantisipasi kendala selama proyek berlangsung.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan pekerjaan di ruas Kaligawe arah Semarang juga terus berjalan.
“Pelaksanaan pekerjaan jalan di ruas Kaligawe arah Semarang telah dimulai. Pengecoran rigid beton FS 45 sudah terlaksana 1.000 m³ dari total 4.800 m³. Pelaksanaan pekerjaan di Kaligawe juga terus dikoordinasikan dengan Lantas Semarang agar arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali,” ujar Iqbal.
Selain meninggikan badan jalan, Kementerian PU memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan struktur penahan air di kawasan terdampak.
Salah satu infrastruktur yang dipasang adalah turap beton Corrugated Concrete Sheet Pile sepanjang 8 meter di tepi Sungai Tenggang. Struktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan dari potensi banjir.
Pemerintah juga membangun sodetan permanen sepanjang 228 meter di kawasan Unissula. Saluran tersebut berfungsi mempercepat pengaliran air dari badan jalan menuju kolam retensi.
Selanjutnya, air akan dialirkan menuju Kolam Retensi Terboyo yang didukung delapan unit mesin pompa berkapasitas besar.
Rangkaian infrastruktur pengendalian banjir tersebut diharapkan dapat menekan potensi genangan rob secara signifikan di koridor utama Jawa Tengah.
Melalui peninggian jalan, pembangunan turap, sodetan, dan optimalisasi kolam retensi, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berupaya menjaga konektivitas jalan nasional Semarang-Demak tetap aman dan andal, terutama menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada Nataru 2026/2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kementerian PU meninggikan jalan Semarang-Demak dan membangun infrastruktur pengendali banjir untuk mengantisipasi rob jelang Nataru 2026/2027.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.
BGN menempatkan dua mantan pejabat KPK di posisi strategis untuk memperkuat pengawasan, manajemen risiko, dan tata kelola program MBG.