Ledakan Gas di Duri Kepa Rusak 10 Rumah, 12 Orang Terluka
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Kompleks Parlemen MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (6/11/2026)./Antara/HO-Bakom RI\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tengah menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan ketiga personel tersebut gugur saat bertugas memadamkan kebakaran. Pemerintah juga memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapat perhatian.
"Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa," kata Prasetyo Hadi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Ketiga prajurit yang gugur adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.
Mereka meninggal dalam kecelakaan helikopter TNI AD ketika menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Prabowo Perhatikan Keluarga Prajurit yang Gugur
Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh kepada para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Perhatian tersebut juga mencakup kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.
"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah terus berupaya memadamkan karhutla, meskipun proses penanganannya memiliki risiko sangat tinggi bagi petugas di lapangan.
Sebanyak 1.468 Titik Api Tersebar di Enam Provinsi
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11), terdapat 1.468 titik api karhutla yang tersebar di enam provinsi.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.
Hingga saat ini, aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih meningkat sehingga membutuhkan penanganan intensif.
BNPB menjelaskan pemadaman karhutla menghadapi sejumlah kendala, terutama kebakaran di lahan gambut. Kondisi lahan, arah angin, serta ketersediaan sumber air turut memengaruhi efektivitas pemadaman dan menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran.
"Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan pemerintah bekerja sangat serius. Dan saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya, dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing," ucap Prasetyo.
Selain menyampaikan belasungkawa, pemerintah mengapresiasi seluruh pihak, petugas, dan relawan yang turut memantau serta mengantisipasi persebaran titik api. Apresiasi juga diberikan kepada mereka yang membantu proses pemadaman karhutla di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
Panglima TNI Agus Subiyanto membantah kabar Seskab Teddy diperiksa Pom TNI terkait dugaan penyadapan terhadap presiden.
BBPJN Jateng-DIY mengevaluasi Kelok 23 dan menutup sementara jalur Kretek-Girijati hingga seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
JPSM Sehati Sleman siap mendorong pembentukan KPSM di seluruh padukuhan untuk memperluas pemilahan dan pengelolaan sampah mandiri.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.