AirAsia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat hingga 12% saat Nataru
Indonesia AirAsia menyebut harga tiket domestik dapat turun hingga 12% saat Nataru 2026/2027 berkat pembebasan PPN dan diskon layanan bandara.
Ilustrasi calon penumpang masuk ke Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. /Antara-HO-PT KAI Daop1 Jakarta.\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk program stimulus diskon transportasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp496 miliar atau 128% dibandingkan anggaran stimulus pada periode Nataru 2025/2026 yang mencapai Rp387,53 miliar.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan peningkatan anggaran dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program diskon transportasi pada tahun sebelumnya.
Menurut dia, stimulus sebelumnya telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat sehingga pemerintah memutuskan memperbesar alokasi anggaran untuk periode libur akhir tahun kali ini.
“Stimulus diskon transportasi pada periode Natal tahun lalu itu telah memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Jadi anggarannya kami naikkan, bukan naik 50%, bukan naik 100%, tetapi naiknya sudah hampir dua kali lipat," katanya dalam Kick-Off Program Stimulus Diskon Transportasi Periode Nataru di Anjungan Sarinah, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Peningkatan anggaran tersebut ditujukan untuk memperluas manfaat stimulus pada empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan ASDP, dan penerbangan. Kebijakan ini sekaligus diharapkan menjaga keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun.
Dradjad berharap stimulus tersebut dapat mendorong penyebaran belanja masyarakat ke berbagai daerah tujuan wisata sehingga aktivitas ekonomi daerah ikut meningkat.
Berdasarkan evaluasi pemerintah, program stimulus pada periode sebelumnya menjangkau 8,32 juta penumpang dengan realisasi anggaran Rp387,53 miliar.
Untuk Nataru 2026/2027, pemerintah menyiapkan empat skema stimulus dengan sasaran dan periode perjalanan berbeda.
Pada sektor penerbangan, pemerintah memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100%. Insentif ini ditargetkan menjangkau sekitar 3,85 juta penumpang pesawat.
Fasilitas tersebut berlaku untuk penerbangan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Adapun pembelian tiket dapat dilakukan mulai 20 Oktober 2026.
Untuk transportasi kereta api, pemerintah memberikan diskon sebesar 30% bagi tiket kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatra Utara.
Program yang ditargetkan menjangkau sekitar 1,04 juta penumpang ini berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Pada angkutan laut, pemerintah memberikan potongan harga sebesar 30% untuk tarif dasar tiket kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni di seluruh rute.
Insentif tersebut diperkirakan dapat menjangkau sekitar 414.000 penumpang. Periode keberangkatan yang mendapatkan stimulus berlangsung pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sementara itu, untuk angkutan penyeberangan, pemerintah memberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP bagi pejalan kaki dan kendaraan golongan II/IVA A di 14 pelabuhan.
Kebijakan ini diproyeksikan menjangkau sekitar 1,42 juta orang selama periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Dradjad mengatakan program stimulus diskon transportasi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan badan usaha milik negara (BUMN), khususnya perusahaan yang bergerak di sektor transportasi.
Ia meminta masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini. Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah, terutama Kementerian Perhubungan, bersama operator transportasi dapat mempersiapkan aspek keamanan dan keselamatan selama periode libur akhir tahun.
"Paling krusial, tolong masyarakat merencanakan perjalanan dari awal, supaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan bisa membantu untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat semuanya," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengingatkan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi agar mempersiapkan perjalanan secara matang. Persiapan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi kendaraan, penentuan waktu keberangkatan, hingga kebutuhan selama perjalanan.
Masyarakat juga diminta memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara serta mematuhi aturan lalu lintas. Suntana secara khusus menyoroti keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api karena kecelakaan akibat kendaraan maupun orang yang tertemper kereta masih terjadi.
"Untuk itu kami mohon kalau ada kereta lewat, jangan dibablas," katanya.
Selain mengingatkan masyarakat, Suntana meminta seluruh operator transportasi memastikan kesiapan sarana dan pelayanan selama libur Nataru 2026/2027.
Operator penyeberangan ASDP dan Pelni diminta mempersiapkan layanan serta kenyamanan penumpang. Imbauan serupa juga disampaikan kepada maskapai Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.
Kementerian Perhubungan turut meminta maskapai swasta, termasuk TransNusa dan Lion Air, mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Indonesia AirAsia menyebut harga tiket domestik dapat turun hingga 12% saat Nataru 2026/2027 berkat pembebasan PPN dan diskon layanan bandara.
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
GAC Indonesia membuka pemesanan AION i60 dengan biaya Rp99.000. SUV listrik ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 602 km.
DPRD Bantul mendorong pembagian penerimaan pajak perusahaan pusat dan daerah lebih proporsional untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.
DPRD Sleman meminta pembangunan sport center memperhatikan standar teknis cabang olahraga, kebutuhan atlet, dan kenyamanan masyarakat.
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.