Karhutla Picu Kabut Asap, Kemenkes Kirim 3,8 Juta Masker

Newswire
Newswire Rabu, 04 November 2026 23:27 WIB
Karhutla Picu Kabut Asap, Kemenkes Kirim 3,8 Juta Masker

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendistribusikan sekitar 3,8 juta masker dan berbagai perlengkapan medis untuk menangani dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi. Selain bantuan logistik, pemerintah juga mengerahkan tenaga kesehatan lintas kompetensi untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan medis.

Juru Bicara Utama Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan mobilisasi tenaga kesehatan melibatkan berbagai profesi, mulai dari dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga gizi, hingga pengemudi ambulans.

"Tenaga yang dimobilisasi ini memiliki beragam kompetensi. Data mobilisasi di bidang kesehatan ada dokter, kemudian juga perawat, bidan, apoteker, tenaga gizi, sampai ke pengemudi ambulans," kata Widyawati dalam program siaran Info Bencana Terkini BNPB di Jakarta, Rabu.

Meski tidak merinci jumlah tenaga kesehatan yang ditugaskan, Widyawati memastikan ketersediaan tenaga medis di tujuh wilayah terdampak telah memadai. Dengan dukungan tersebut, keluhan kesehatan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Tujuh Provinsi Terima Jutaan Masker dan Perlengkapan Medis

Distribusi bantuan kesehatan menyasar tujuh provinsi yang terdampak kabut asap karhutla. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

"Juga mendistribusikan bantuan logistik kesehatan secara masif ke tujuh provinsi terdampak, meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan ini," kata dia.

Berdasarkan pembaruan data per 4 November, bantuan yang telah disiapkan mencakup sekitar 3,8 juta masker, 280 unit oksigen konsentrator, 41.000 pasang sarung tangan, dan 939 tabung oksigen.

Selain perlengkapan tersebut, Kemenkes juga menyalurkan ribuan alat pelindung diri (APD) untuk mendukung penanganan kesehatan di wilayah terdampak.

Bantuan tidak hanya berupa peralatan medis. Distribusi juga mencakup penjernih udara atau air purifier, pemberian makanan tambahan (PMT), berbagai jenis obat-obatan, vitamin, serta perlengkapan penunjang medis lainnya.

Penyaluran seluruh logistik dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing daerah.

Kemenkes Perkuat Kesiapan Puskesmas dan Rumah Sakit

Selain mengirimkan bantuan medis, Kemenkes memperkuat langkah pencegahan dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi dampak kabut asap.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi mengenai risiko kesehatan, pemantauan tren penyakit pernapasan, serta penerbitan surat kewaspadaan bagi daerah yang berisiko terdampak karhutla.

Kesiapan pelayanan medis juga ditopang oleh 1.691 pos Puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

Pemerintah turut menyiagakan layanan kegawatdaruratan melalui Public Safety Center (PSC) 119 untuk mendukung respons terhadap kebutuhan pertolongan medis.

"Seluruh jaringan fasilitas tersebut didukung penuh oleh pasokan logistik medis serta ribuan tenaga medis dan dokter spesialis yang bersiaga di lapangan," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online