Gempa M 5,7 Guncang Jepang Tengah, Lebih dari 20 Orang Terluka

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 10:17 WIB
Gempa M 5,7 Guncang Jepang Tengah, Lebih dari 20 Orang Terluka

Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake

Harianjogja.com, TOKYO—Gempa bumi bermagnitudo 5,7 mengguncang wilayah Jepang bagian tengah pada Minggu (8/11/2026) dini hari. Guncangan tersebut menyebabkan lebih dari 20 orang terluka di Prefektur Aichi dan Shizuoka.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi pada pukul 01.04 waktu setempat. Pusat gempa berada di wilayah barat Prefektur Shizuoka, dengan kedalaman sekitar 40 kilometer di bawah permukaan bumi.

Meski getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, JMA tidak mengeluarkan peringatan tsunami. Otoritas juga menyatakan kemungkinan keterkaitan gempa tersebut dengan potensi gempa dahsyat atau megaquake di Palung Nankai tergolong rendah.

Guncangan Gempa Capai Intensitas 5 Atas di Aichi

Berdasarkan skala intensitas seismik Jepang, gempa mencapai intensitas 5 atas di wilayah Chita, Prefektur Aichi. Sementara itu, intensitas 5 bawah tercatat di sebagian wilayah Prefektur Aichi, Nagano, dan Gifu.

Pada intensitas 5 atas, sebagian besar orang umumnya kesulitan berjalan tanpa berpegangan. Perabot rumah yang tidak dipaku juga berisiko terjatuh akibat kuatnya guncangan.

Adapun pada intensitas 5 bawah, benda-benda ringan seperti piring dan buku dapat berjatuhan dari rak.

Getaran gempa yang berpusat di daratan wilayah barat Shizuoka tersebut turut dirasakan hingga daerah-daerah tetangga. Salah satunya Kota Chita di Prefektur Aichi yang mencatat intensitas guncangan 5 atas.

PLTN Hamaoka Dilaporkan Tidak Mengalami Gangguan

Di tengah penanganan dampak gempa, kondisi fasilitas vital juga menjadi perhatian. Chubu Electric Power Co., selaku operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Hamaoka di Shizuoka, mengonfirmasi tidak ditemukan gangguan setelah gempa terjadi.

PLTN Hamaoka berada di dekat kawasan yang diperkirakan berpotensi menjadi pusat gempa dahsyat Palung Nankai. Meski demikian, JMA menilai kemungkinan adanya hubungan antara gempa pada Minggu dini hari tersebut dan potensi megaquake Palung Nankai masih rendah.

Layanan Kereta Sempat Dihentikan dan Mengalami Keterlambatan

Gempa juga berdampak terhadap layanan transportasi di wilayah terdampak. Operator transportasi setempat menghentikan sementara sejumlah layanan kereta lokal sebagai langkah penanganan pascagempa.

Selain itu, perjalanan kereta cepat Tokaido Shinkansen antara Stasiun Shizuoka dan Stasiun Gifu-Hashima sempat mengalami keterlambatan. Penundaan dilakukan untuk pemeriksaan keselamatan jalur setelah guncangan.

Pemerintah Pusat Jepang turut membentuk kantor penghubung guna mengoordinasikan respons dan langkah penanganan setelah gempa. JMA juga segera menyampaikan informasi cepat untuk memberikan kepastian kepada masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Warga di Prefektur Shizuoka dan Aichi diimbau tetap tenang, tetapi waspada terhadap kemungkinan gempa susulan atau aftershock.

Bangunan di wilayah terdampak disebut dirancang untuk menahan guncangan pada tingkat intensitas tersebut. Dengan kondisi itu, risiko kerusakan masif dinilai relatif kecil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online