Gunung Karangetang Erupsi, Abu Membubung 1.000 Meter

Newswire
Newswire Sabtu, 07 November 2026 22:47 WIB
Gunung Karangetang Erupsi, Abu Membubung 1.000 Meter

Gunung Karangetang di Sulawesi Utara erupsi pada 7 November 2026. Kolom abu mencapai 1.000 meter, sementara guguran lava mengarah ke sejumlah sungai. /Antara.

Harianjogja.com, MANADO—Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026). Letusan tersebut memunculkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak, disertai guguran lava pijar yang mengalir ke sejumlah sektor.

Pengamat Gunung Api Pos PGA Karangetang, Nadhif Dhaifullah, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 17.34 WITA. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat daya.

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada tanggal 7 November 2026 pukul 17:34 WITA dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 1.000 meter di atas puncak," kata Nadhif di Manado, Sabtu.

Aktivitas vulkanis tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter. Durasi erupsi tercatat sementara lebih dari 1 menit 19 detik.

Guguran Lava Mengarah ke Sejumlah Sungai

Selain mengeluarkan abu vulkanis, Gunung Karangetang memperlihatkan aktivitas erupsi eksplosif kecil di kawah utara. Aktivitas tersebut diikuti guguran lava pijar dari puncak kawah utara.

Material lava teramati mengalir ke arah selatan sejauh sekitar 200-700 meter di pelana kawah utara dan selatan. Aliran tersebut kemudian berbelok ke arah barat dan barat daya sejauh kurang lebih 200-400 meter.

Pergerakan lava selanjutnya teramati menuju arah barat daya dan barat dengan jarak sekitar 700-1.000 meter. Aliran ini berpotensi mengarah ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.

Sementara itu, pada sektor barat laut, guguran lava teramati mencapai jarak sekitar 500-700 meter. Material tersebut berpotensi mengalir menuju Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.

Status Gunung Karangetang Masih Waspada

Di tengah aktivitas erupsi dan guguran lava tersebut, Gunung Karangetang masih berada pada Status Level II atau Waspada.

"Saat ini Gunung Karangetang berada pada Status Level II (Waspada)," ujarnya.

Masyarakat maupun pengunjung dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung, melakukan pendakian, ataupun beraktivitas di zona prakiraan bahaya.

Radius yang harus dihindari mencapai 1,5 kilometer dari puncak kawah dua atau kawah utara serta kawah utama atau kawah selatan. Selain itu, terdapat perluasan zona bahaya sektoral ke arah selatan dan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Warga Diminta Waspadai Guguran Lava dan Banjir Bandang

Ancaman tidak hanya berasal dari material yang keluar saat erupsi. Masyarakat juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Potensi tersebut berkaitan dengan tumpukan material lava sebelumnya yang kondisinya belum stabil sehingga mudah runtuh. Sektor yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai-sungai berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini untuk mengantisipasi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang berpotensi mengalir hingga ke pantai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online