Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 31 Oktober 2026, Cek 10 Perjalanan
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia (tengah)/ Istimewa-Golkarpedia
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, membantah keterlibatannya dalam isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026. Namanya belakangan dicatut dalam sebuah flyer yang beredar terkait agenda tersebut.
Doli mengaku tidak mengetahui asal-usul maupun pihak yang menyebarkan flyer tersebut. Ia juga menegaskan tidak memiliki kaitan dengan penyebaran isu Munaslub.
"Berkenaan dengan beredarnya flyer yang berisi isu adanya Munaslub yang akan digelar 29 November 2026, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada kaitannya. Bahkan tidak tahu menahu soal penyebaran isu tersebut," kata Doli kepada wartawan, Sabtu (7/11/2026).
Doli mengatakan dirinya selalu mengedepankan mekanisme konstitusional dan institusional dalam berorganisasi, termasuk ketika menjalankan roda organisasi Partai Golkar.
Menurut anggota DPR RI tersebut, mekanisme dan tata cara berorganisasi telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi. Karena itu, setiap kader diminta mematuhi aturan dan menghormati struktur serta hierarki kewenangan di internal partai.
Ia juga menegaskan hubungannya dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, selama ini berjalan baik. Doli menyebut hubungan keduanya harmonis, sinergis, produktif, dan saling menghormati, baik dalam pengelolaan partai maupun secara pribadi.
Doli mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bahlil untuk menyikapi dinamika yang berkembang. Menurutnya, keduanya menyadari adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya memperkeruh suasana dan mencari keuntungan politik dari situasi yang tengah dihadapi bangsa.
Dalam pernyataannya, Doli mengaku telah mendeteksi pihak-pihak yang disebutnya sebagai "komprador" dan berasal dari lingkungan internal Partai Golkar sendiri.
"Saya mau sampaikan kepada kalian, jangan ganggu Golkar dengan agenda-agenda kerdil kalian," ujar legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut III tersebut.
Ia menilai Golkar saat ini harus lebih fokus menjalankan komitmen menjaga kepentingan bangsa dan negara. Doli juga menyinggung adanya ancaman terhadap negara serta dugaan upaya makar yang disebutnya menyasar Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Doli, Golkar harus berada di barisan depan untuk menjaga dan mengawal Presiden sebagai bagian dari komitmen konstitusional terhadap negara. Ia menyatakan kesiapannya sebagai kader partai untuk mengambil peran dalam upaya tersebut.
"Presiden, simbol negara kita, sedang diganggu dengan adanya upaya makar dari pihak tertentu. Tentu Golkar harus berada di depan menjaga dan mengawal Presiden," ucap Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu seperti dilansir RRI.co.id.
Doli menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh kader menjaga soliditas partai dan tidak terjebak dalam agenda yang berpotensi memecah belah internal Golkar.
"Jaga Presiden, jaga negara, jaga rakyat, lawan makar," katanya menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Kiper PSS Sleman Pedro Caracoci memastikan tim siap menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo dan membidik hasil positif.
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka DIY turun menjadi 3,33 persen pada Agustus 2026, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 2,20 juta orang.
Helikopter Super Puma milik BNPB diduga jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, saat mengambil air untuk pemadaman karhutla.
Reses Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo di Karangtalun menyerap usulan PJU, drainase, talut, dan perbaikan jalan untuk program 2028.
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.