Advertisement
Sentil Peran Amerika di Perang Gaza, Iran: Washington akan Ditenggelamkan di Timur Tengah
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian (Anadolu)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Israel akan menenggelamkan Washington dalam "rawa peperangan” di Timur Tengah. Sejauh ini, Israel gagal mencapai tujuan operasi militernya di Jalur Gaza.
Hal itu diungkap Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian. Dia mengatakan setelah empat bulan perang, Tel Aviv belum mencapai tujuan apa pun di Gaza.
Advertisement
BACA JUGA: 600 Ribu Warga Tumpah Ruah di Kampanye Akbar Prabowo-Gibran
"Dukungan lebih lanjut untuk (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu oleh Amerika Serikat tidak akan menghasilkan apa-apa selain kegagalan yang jelas. Rezim Israel membuat AS tenggelam dalam rawa peperangan di Timur Tengah,” kata Amirabdollahian, dikutip kantor berita Tasnim, setibanya Menlu Iran itu di Beirut.
Hamas telah mengusulkan rencana normalisasi politik konflik Palestina-Israel, lanjut Menlu Iran. Dia juga mendesak AS “untuk tidak mendukung Israel dalam kejahatannya terhadap Jalur Gaza.”
Pada Jumat, Amirabdollahian tengah melakukan kunjungan resmi ke Lebanon untuk membahas situasi di Timur Tengah, terutama mengenai front Palestina-Israel.
Pada tanggal 7 Oktober 2023, gerakan Palestina Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dari Gaza serta menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 lainnya.
Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke Gaza dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera. Lebih dari 27.500 orang telah terbunuh sejauh ini di Jalur Gaza, kata pemerintah setempat.
BACA JUGA: Serukan Pilpres Satu Putaran, Megawati: Sanggup?
Pada 24 November, Qatar memediasi kesepakatan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran beberapa tahanan dan sandera, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Gencatan senjata telah diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember.
Lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Sebagian ASN Sleman Gaptek, Penggunaan Corpu Belum Maksimal
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Persib Vs Persija: Tiket Habis, Atmosfer Memanas
- Dana Desa 2026 di Bantul Berpotensi Dipangkas
- Konsumsi Rumah Tangga Melemah di Akhir 2025
- Leptospirosis di DIY Capai 453 Kasus, 38 Warga Meninggal
- KPK Terima Pengembalian Rp100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
- Ekspor Motor RI Turun, Pasar Domestik Tetap Tumbuh
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
Advertisement
Advertisement



