Advertisement
Liga Arab dan GCC Kecam Israel Akui Somaliland Merdeka
Foto ilustrasi pengungsi Somalia. - REUTERS/Zohra Bensemra
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam keras pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan Somalia.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyatakan pengakuan sepihak tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip persatuan dan kedaulatan negara. Ia memperingatkan langkah Israel dapat menjadi preseden berbahaya yang mengancam stabilitas kawasan dan internasional.
Advertisement
Sikap serupa disampaikan GCC melalui Sekretaris Jenderalnya, Jasem Albudaiwi. Menurutnya, pengakuan Israel atas Somaliland bertentangan dengan upaya regional dan global untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Tanduk Afrika.
"Setiap upaya untuk memaksakan pengakuan sepihak merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal Somalia dan menetapkan preseden berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional," dia memperingatkan.
GCC juga menolak pengakuan Israel atas kemerdekaan Somaliland, menyebutnya sebagai "pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan Somalia.
"Pengakuan ini merupakan preseden berbahaya yang akan merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika dan membuka pintu bagi ketegangan dan konflik lebih lanjut," kata Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi dalam sebuah pernyataan.
Menurutnya, pengakuan tersebut bertentangan dengan upaya regional dan internasional yang bertujuan untuk memperkuat perdamaian dan keamanan internasional di kawasan tersebut.
Dia menegaskan kembali dukungan negara-negara GCC untuk Somalia "dalam semua hal yang akan memperkuat keamanan, stabilitas, kedaulatan, dan integritas wilayahnya, sehingga memastikan kehidupan yang bermartabat bagi rakyatnya yang bersaudara."
Israel menjadi negara pertama di dunia pada Jumat (26/12) yang mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat.
Somaliland, yang belum mendapat pengakuan resmi sejak mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang secara de facto independen, dengan pemerintah pusat tidak mampu menegakkan kendali atas wilayah tersebut, dan kepemimpinannya tidak mampu mendapatkan pengakuan internasional atas kemerdekaannya.
Pemerintah Somalia menolak mengakui Somaliland sebagai negara merdeka, menganggapnya sebagai bagian integral dari wilayahnya, dan memandang setiap kesepakatan atau keterlibatan langsung dengannya sebagai pelanggaran kedaulatan dan persatuan Somalia.
Liga Arab dan GCC menegaskan dukungan penuh terhadap Somalia dalam menjaga keutuhan wilayah dan stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
Advertisement
Advertisement








