Advertisement
Venezuela Bangun Dukungan Global Merespons Agresi Amerika Serikat
Ilustrasi Ledakan di Venezuela. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KOTA MEKSIKO—Pemerintah Venezuela membangun dukungan internasional di tengah agresi Amerika Serikat terhadap negara tersebut, dengan mengintensifkan komunikasi diplomatik bersama Brasil, Kolombia, dan Spanyol untuk menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan bahwa ia telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva; Presiden Republik Kolombia, Gustavo Petro; serta Presiden Kerajaan Spanyol, Pedro Sanchez.
Advertisement
“Saya telah mengadakan percakapan dengan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva; Presiden Republik Kolombia, Gustavo Petro; serta Presiden Kerajaan Spanyol, Pedro Sanchez, dalam konteks agresi kriminal, ilegal, dan tidak sah yang dilakukan terhadap Republik Bolivarian Venezuela,” kata Rodríguez melalui Telegram, Jumat (9/1).
Menurut Rodriguez, para pemimpin tersebut sepakat mengenai pentingnya mendorong agenda kerja sama bilateral yang luas dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
BACA JUGA
Ia juga menyampaikan laporan terperinci mengenai serangan bersenjata terhadap wilayah Venezuela yang menyebabkan tewasnya lebih dari 100 warga sipil dan personel militer.
Selain itu, Rodriguez menuding telah terjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk pelanggaran imunitas pribadi Presiden Konstitusional Venezuela, Nicolas Maduro Moros, serta Ibu Negara sekaligus “Pejuang Pertama”, Cilia Flores.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, sebelum membawa keduanya ke New York.
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Caracas kemudian meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB terkait operasi Amerika Serikat tersebut.
Mahkamah Agung Venezuela secara sementara mengalihkan tugas-tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta pencegahan eskalasi lebih lanjut.
Beijing menyusul sikap Moskow dengan menyerukan pembebasan segera pasangan Maduro dan menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Richard Lee, Kondisi Belum Fit
- Kemenhut Gagalkan Peredaran 600 Batang Kayu Ilegal
- Dokter Sebut Gaya Hidup Mager Jadi Musuh Terbesar Jantung
- ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Pangkep Terbukti Laik Terbang
- Kanada Siap Kirim Pasukan Dukung Pertahanan Greenland
- Siswa SMP di Gunungkidul Mulai Jalani Tryout Persiapan TKA 2026
- Indonesia Miliki Jutaan Hektare Mangrove, Tertuang di Peta Nasional
Advertisement
Advertisement




