Advertisement

Belgia Desak Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan

Newswire
Kamis, 01 Januari 2026 - 10:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Belgia Desak Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot. /ANTARA/Anadolu - py.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menyerukan kepada Israel agar segera mencabut pembatasan akses kemanusiaan di wilayah Palestina. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan tidak boleh dijadikan alat politik maupun disertai persyaratan tertentu.

Seruan tersebut disampaikan Prevot pada Rabu, menyusul rencana Israel memblokir sejumlah organisasi nonpemerintah internasional yang beroperasi di Gaza. Menurutnya, langkah tersebut bertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan hukum humaniter internasional.

Advertisement

Prevot merujuk pada penegasan Mahkamah Internasional yang menyatakan Israel memiliki kewajiban tanpa syarat untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan kepada warga sipil tanpa hambatan.

“Pelaku kemanusiaan profesional seperti UNRWA dan organisasi nonpemerintah internasional yang didanai Belgia mematuhi standar tertinggi transparansi, imparsialitas, dan independensi,” ujar Prevot melalui platform media sosial X.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara Israel dan seluruh pelaku kemanusiaan dengan itikad baik, berdasarkan kriteria yang jelas dan tidak dipolitisasi, agar penyaluran bantuan kepada warga Palestina dapat berjalan maksimal.

“Saya mendesak Pemerintah Israel untuk mencabut seluruh pembatasan akses kemanusiaan dan menghormati Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza,” tambahnya.

Meski kesepakatan gencatan senjata dilaporkan mulai berlaku sejak Oktober, Israel disebut masih menutup sebagian besar jalur penyeberangan menuju Gaza. Kondisi tersebut menghambat masuknya hunian sementara serta material rekonstruksi, sekaligus memperparah krisis kemanusiaan yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk.

Pejabat Palestina melaporkan sedikitnya 414 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, menandakan situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih jauh dari stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Digitalisasi Musisi Jalanan Malioboro, Kini Bisa Diapresiasi Nontunai

Digitalisasi Musisi Jalanan Malioboro, Kini Bisa Diapresiasi Nontunai

Jogja
| Kamis, 15 Januari 2026, 21:02 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement