Advertisement

Indonesia Membutuhkan Investasi untuk Mewujudkan Emisi Nol Bersih 2060

Newswire
Sabtu, 02 Desember 2023 - 06:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Indonesia Membutuhkan Investasi untuk Mewujudkan Emisi Nol Bersih 2060 Tangkapan layar Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara KTT Perubahan Iklim COP28, di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Jumat (1/12/2023). ANTARA - Rangga Pandu Asmara Jingga

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia membutuhkan investasi lebih dari 1 triliun dolar AS untuk mewujudkan emisi nol bersih pada tahun 2060.

"Indonesia butuh investasi lebih dari 1 triliun dolar AS untuk net zero emission 2060," kata Presiden pada KTT Perubahan Iklim COP28 di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Jumat (1/12), sebagaimana tayangan video yang disaksikan di Jakarta, Sabtu (2/12/2023).

Advertisement

Indonesia, lanjut Jokowi, ingin bekerja keras mencapai emisi nol bersih di tahun 2060 atau lebih awal sekaligus menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemiskinan, dan ketimpangan yang terus diturunkan secara signifikan serta lapangan kerja yang terus tercipta.

BACA JUGA: Gencatan Senjata Dihentikan Israel Kembali Serang Gaza, MERC: 21 Orang Tewas

Meski demikian, kata Jokowi, negara yang sedang berkembang tidak mampu mewujudkan emisi nol bersih sendiri. Oleh karena itu, Indonesia mengundang kolaborasi dari mitra bilateral, investasi swasta, dukungan filantropi, dan dukungan negara-negara sahabat.

"Kami juga mempunyai platform pembiayaan inovatif yang kredibel, bursa karbon, mekanisme transisi energi, sukuk dan obligasi hijau, pengelolaan dana lingkungan hidup dari result based payment," jelasnya.

Jokowi mengatakan bahwa multilateral development banks (MDBs) atau bank-bank pembangunan dunia juga harus meningkatkan kapasitas pendanaan transisi energi dengan bunga rendah.

Presiden RI menekankan bahwa target Paris Agreement dan emisi nol bersih hanya bisa dicapai jika semua negara bisa menuntaskan masalah pendanaan transisi energi. "Dari situlah masalah dunia bisa diselesaikan," ujar Presiden Widodo.

Ia meyakini banyak negara berkembang memiliki posisi yang sama dengan Indonesia. Menurut dia, diperlukan kerja sama yang kolaboratif dan inklusif berupa aksi-aksi nyata untuk menghasilkan karya-karya nyata. "Itulah yang harus kita capai di COP28," tutur Kepala Negara.

Sejauh ini Indonesia dengan segala keterbatasan terus menurunkan emisi karbon. Jokowi menyebut antara tahun 2020 dan 2022 Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon 42 persen dibandingkan perencanaan business as usual pada tahun 2015.

"Kami juga bekerja keras untuk memperbaiki pengelolaan forestry and other land used—FOLU, serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan," kata Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Kronologi Perundungan Siswa SMP di Gunungkidul hingga Jarinya Putus

Gunungkidul
| Jum'at, 23 Februari 2024, 13:47 WIB

Advertisement

alt

Rayakan Imlek, Solo Safari Sambut Pengunjung dengan Beragam Acara Seru

Wisata
| Senin, 12 Februari 2024, 17:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement