LPS Naikkan Bunga Penjaminan, Ini Dampaknya ke Nasabah
LPS menaikkan bunga penjaminan simpanan rupiah hingga 6,25 persen mulai Juli 2026 untuk menjaga stabilitas perbankan.
Galon air/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat perlu mempertimbangkan kemasan demi menjamin rasa aman konsumen. Salah satu kemasan yang cenderung aman adalah berjenis plastik. Kemasan plastik, selain mudah dibentuk dan ringan juga higienis dan beberapa jenisnya, dapat di daur ulang.
Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nugraha Edhi Suyatma kemasan memang menjadi pertimbangan dalam memilih suatu produk pangan. Kemasan pangan berfungsi untuk melindungi produk terhadap pengaruh fisik (mekanik dan cahaya), kimiawi (permeasi gas, kelembaban udara/uap air), dan biologik (bakteri, kapang). Oleh karena itu banyak faktor pertimbangan bagi perusahaan makanan dan minuman dalam menentukan kemasan untuk produk mereka.
Ia mencontohkan terkait kemasan galon minum air minum dalam kemasan yang terbuat dari plastik polikarbonat. Dari sifat fungsional kemasan, plastik PC memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dari PET. Salah satunya fleksibel sehingga lebih tahan dari risiko pecah serta memiliki ketahanan gores dan ketahanan benturan yang lebih baik dengan suhu transisi gelas (Tg) yang lebih tinggi (Tg PC=150 derajat celcius, Tg PET = 70 derajat celcius). “Sehingga tahan untuk dicuci dengan suhu panas antara 60-80 derajat celcius dengan penyikatan menggunakan sikat plastik tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan kemasan,” ujarnya.
Menurutnya kemasan air guna ulang sering disebut juga dengan kemasan multi trip karena mengalami banyak perjalanan. Mulai dari pabrik dikirim ke distributor, toko, penjual, kemudian dibawa ke konsumen. Selanjutnya kemasan kosong dikembalikan lagi oleh konsumen ke penjual, toko, distributor untuk dikirimkan ke pabrik dan digunakan ulang.
Pemilihan kemasan itu juga tergantung pada target umur simpan dari produk pangannya. pertimbangan umur simpan juga sangat berpengaruh dalam memilih bahan kemasan, yang bertujuan untuk melindungi produknya dari kerusakan,” katanya.
Dewan Penasihat dan Ilmuwan Senior Purwiyatno Hariyadi mengatakan pemilihan bahan pengemas yang tepat serta proses pengemasan yang baik sangat penting untuk menentukan masa kadaluarsa produk pangan yang dikemas. Kemasan pangan berfungsi melindungi produk pangan yang dikemas, baik terhadap kerusakan fisik seperti benturan, gesekan, goresan maupun kerusakan kimia karena bereaksi dengan oksigen dan air dari lingkungan. Selain itu mencegah terjadinya kontaminasi, baik kontaminasi karena mikroorganisme, serangga, binatang pengerat, bahan kimia pada produk pangan yang dikemas.
BACA JUGA : Awas! Sejumlah Mata Air dan Belik di Jogja Kini Sudah Tercemar
“Semua kemasan, baik itu berupa kaleng, galon, dan lain-lain, mempunyai peranan sangat penting dalam melindungi produk yang dikemas. Karena itu, bisa dibayangkan betapa repotnya industri harus menangani susu, air mineral yang mau dijual jika tidak dilakukan pengemasan. Pemilihan bahan pengemas harus dilakukan secara tepat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LPS menaikkan bunga penjaminan simpanan rupiah hingga 6,25 persen mulai Juli 2026 untuk menjaga stabilitas perbankan.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Gempa kembar Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela. Sebanyak 188 orang tewas, 1.520 terluka, dan 157 masih hilang hingga Kamis malam.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY mengalami udara kabur dan kabut/asap pada Jumat 26 Juni 2026. Gunungkidul diprediksi cerah sepanjang hari.