Advertisement

HUT Ke-39 Kota Mungkid, Pemkab Magelang Ajak Bergotong Royong Bangkit Bersama

Media Digital
Selasa, 21 Maret 2023 - 20:17 WIB
Budi Cahyana
HUT Ke-39 Kota Mungkid, Pemkab Magelang Ajak Bergotong Royong Bangkit Bersama Bupati Magelang Zaenal Arifin saat memasuki lapangan drh Soepardi Kota Mungkid untuk memimpin Upacara Peringatan HUT Ke-39 Kota Mungkid, Selasa (21/3/2023). - Ist/dok Prokompim Pemkab Magelang

Advertisement

MAGELANGWarga Kabupaten Magelang akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Kota Mungkid pada Rabu, 22 Maret 2023, besok. Pemerintah Kabupaten Magelang mengusung tema Bergotong Royong Bangkit Bersama sebagai upaya mengajak semua elemen masyarakat bergerak bangkit dari berbagai situasi krisis yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Kota Mungkid berdiri sejak tanggal 22 Maret 1984 menggantikan Kota Magelang sebagai ibu kota Kabupaten Magelang setelah Kota Magelang melepaskan diri dari bagian Kabupaten Magelang menjadi sebuah kota administratif. Karenanya, tanggal 22 Maret diperingati oleh warga Kabupaten Magelang sebagai Hari Jadi Kota Mungkid.

Advertisement

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengungkapkan tema Bergotong Royong Bangkit Bersama pada HUT ke-39 Kota Mungkid ini memiliki makna tentang situasi yang ada di Kabupaten Magelang saat ini. Masyarakat baru saja keluar dari sebuah krisis besar, yaitu pandemi Covid-19 yang merupakan krisis kesehatan yang memberikan dampak hingga krisis keuangan secara nasional.

"Selain itu, konflik Ukraina dan Rusia memberikan dampak yang luar biasa pada krisis keuangan. Maka beberapa waktu yang lalu kita dikumpulkan oleh Presiden agar mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan akan adanya ancaman inflasi dan resesi global. Pertumbuhan ekonomi secara nasional juga sedang tidak baik-baik saja. Maka saat ini kita harus gotong royong bersama, bangkit bersama membangkitkan sektor ekonomi informal," katanya, Jumat (17/3/2023).

Sektor informal akan membantu di saat investasi dan ekspor dalam kondisi tidak terlalu baik. Saat ini, sektor informal harus dikerjakan. Bupati mencontohkan digelarnya festival UMKM dalam rangkaian peringatan HUT Kota Mungkid merupakan upaya bagaimana agar sektor informal mampu bergerak mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Aktivasi sektor informal ini terus didorong agar Kabupaten Magelang mampu memberikan kontribusi ke Pemerintah Pusat dalam rangka menjaga inflasi dan kestabilan ekonomi yang ada. Bupati bersyukur di kondisi ekonomi di Kabupaten Magelang tidak terlalu terganggu dengan adanya pandemi Covid-19, karena sektor terbanyak untuk penggerak ekonomi di Kabupaten Magelang adalah sektor pertanian.

"Sektor ini mampu menjadi benteng inflasi. Makanan pokok kita, beras, masih ada. Kebersamaan gotong royong masih ada jadi bisa mengatasi krisis, beda dengan di kota yang semua harus beli. Ini membanggakan, gotong royong kebersaman masyarakat di tengah situasi sulit, semua bergerak, semua tokoh agama dengan Pemda dan seluruh masyarakat bagaimana mengantisipasi Covid. Dengan kebersamaan yang luar biasa, ini aset yang tidak kita miliki," tutur Bupati.

Saat ini, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah untuk menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan janji politik. Dari sejumlah hal yang sudah direncanakan tersebut, ada perubahan-perubahan mengikuti dinamika kehidupan, namun Bupati optimis patokan RPJMD akan diselesaikan  pada 2024.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto yang menjadi Ketua Panitia HUT ke-39 Kota Mungkid memaparkan kegiatan HUT Kota Mungkid 2023 ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat luas. Hal ini karena Pemerintah Daerah mengikuti arahan Pemerintah Pusat yaitu pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Ini adalah bentuk gotong royong bangkit bersama. Jadi semua masyarakat kita libatkan sehingga kehidupan yang ada kembali seperti semula. Kita kembali mengarah ke kehidupan normal setelah PPKM dicabut, pembatasan tidak ada. tapi prokes [protokol kesehatan] tetap ditekankan," katanya.

Dalam rangkaian HUT Kota Mungkid ini, semua komponen masyarakat dilibatkan, mulai anak sekolah, UMKM, hingga kelompok seni di desa-desa. Sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar meliputi lomba konten TikTok, pentas seni, peresmian  Pojok Dekranasda dan Menara Langit Ketep Pass, Pemilihan Duta Wisata, pelatihan digital marketing bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemudian festival UMKM dan pentas budaya, sunatan massal, festival band, donor darah, senam massal, penanaman pohon, tebar benih ikan, Undian Semarak Bank Bapas 69 dan tirakatan. Puncak HUT akan digelar pada Selasa (21/3/2023) dengan menggelar upacara di Lapangan drh Soepardi menghadirkan Forkopimda dan semua elemen masyarakat. Upacara akan menggunakan adat dan pakaian Jawa diiringi gending Jawa. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Kronologi Lengkap Debt Collector Rampas STNK Mobil Wisatawan Jogja saat Parkir di Gembira Loka

Jogja
| Jum'at, 24 Mei 2024, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement