Advertisement

Indonesia Dilanda Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun, Ini Penyebabnya?

Rahmi Yati
Rabu, 28 Desember 2022 - 19:17 WIB
Bhekti Suryani
Indonesia Dilanda Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun, Ini Penyebabnya? Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (20/12/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca di Jakarta, Selasa (20/1/2022). JIBI/Bisnis - Fanny Kusumawardhani.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan status siaga pada sejumlah wilayah mengingat adanya potensi cuaca ekstrem selama 2 hari ke depan, yakni 28-30 Desember 2022.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menerangkan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kondisi ini, sambung dia, berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah. Di antaranya, peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan.

"Selain itu, meningkatnya intensitas fenomena cold surge atau seruakan dingin yang disertai dengan potensi arus lintas ekuatorial sehingga aliran massa udara dingin dari Asia memasuki wilayah Indonesia juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah," ujarnya, Rabu (28/12/2022).

Bukan itu saja, Guswanto menyebut, dinamika atmosfer lainnya yang turut memicu cuaca ekstrem adalah adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia.

Menurutnya, hal tersebut dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitarnya.

"Dan fenomena lainnya yang signifikan, yakni terpantaunya fenomena Madden Julian Oscillation [MJO] yang aktif bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial," imbuh Guswanto.

Kendati begitu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

BACA JUGA: Penemuan Mayat Bayi dalam Plastik Tempat Sampah Gegerkan Warga

"Pangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang," tutupnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, cuaca ekstrem akan berpeluang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, dan tanah longsor.

Adapun, berdasarkan prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast (IBF), daerah yang ditetapkan berstatus siaga pada periode 28-30 Desember 2022, yaitu sebagian Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ratusan Pasangan Usia Subur di Kota Jogja Ikuti KB Gratis

Jogja
| Kamis, 02 Februari 2023, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement