Advertisement

Meski Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Tetap Naikkan Harga BBM karena Alasan Ini

Nyoman Ary Wahyudi
Sabtu, 03 September 2022 - 15:27 WIB
Budi Cahyana
Meski Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Tetap Naikkan Harga BBM karena Alasan Ini Sejumlah pengemudi kendaraan mengisi BBM di salah satu SPBU yang dikelola Pertamina MOR II Sumbagsel. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah tetap menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite, Solar hingga Pertamax kendati harga minyak mentah dunia belakangan terkontraksi cukup dalam dari level US$100 per barel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan harga minyak mentah dunia masih cenderung fluktuatif kendati terlihat pelemahan belakangan ini. Dengan demikian, Arifin menegaskan harga minyak mentah di perdagangan hari-hari ini tidak dapat menjadi patokan untuk kebijakan jangka panjang.

“Harga minyak mentah trennya turun naik setiap hari, ini tidak bisa dijadikan patokan jangka panjang,” kata Arifin saat konferensi pers di Istana Negara, Sabtu (3/9/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Menilik situasi itu, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Pertalite dari posisi awal Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, diikuti Solar subsidi dari harga awal Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Adapun pemerintah turut mengerek harga Pertamax non subsidi dari angka Rp12.500 ke posisi Rp14.500 per liter.

“Ini berlaku satu jam saat diumumkan penyesuaian harga ini dan akan berlaku pada pukul 14.30 WIB,” kata Arifin.

Data Bloomberg hingga Sabtu (3/9/2022) 14.18 WIB menunjukkan harga minyak mentah Brent berada di angka US$93,02 per barel untuk pengiriman November. Harga itu kembali mengalami penguatan tipis 0,71 persen dari posisi perdagangan kemarin.

Tren penguatan harga yang relatif kecil juga diikuti jenis minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Oktober 2022. Pada perdagangan hari ini, WTI dipatok dengan harga US$86,87 per barel atau naik 0,30 persen dari posisi sebelumnya.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai pemerintah mesti tetap menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar kendati terjadi penurunan harga minyak mentah dunia pada awal bulan ini.

Advertisement

Mamit mengatakan kebijakan itu mesti diambil lantaran harga keekonomian BBM subsidi itu sudah terpaut lebar dengan harga jual di tingkat konsumen.

“Karena saat ini penjualan Pertalite dan Solar subsidi ini masih jauh di bawah harga keekonomian,” kata Mamit saat dihubungi, Kamis (1/9/2022).

Di sisi lain, Mamit menggarisbawahi harga minyak mentah dunia saat ini masih berfluktuatif di kisaran US$100 per barel. Kondisi itu, kata dia, bakal membebani anggaran subsidi yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022.

Advertisement

“Harga minyak dunia masih berfluktuatif mungkin saat ini turun kita tidak tahu ke depan seperti apa, jangan sampai kejadian ini berulang terus,” kata dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kantor Kemenag Kulonprogo Kukuhkan 11 Agen Perubahan 2022

Kulonprogo
| Senin, 26 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement